Mohon tunggu...
Andrie Kw
Andrie Kw Mohon Tunggu...

Baca buku, baca situasi, nulis apa aja tgantung mood. Mengalir saja sambil meniti arus kehidupan.. twiiter @andriekw

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Special Drink at the Night

9 September 2016   22:59 Diperbarui: 9 September 2016   23:07 28 0 0 Mohon Tunggu...

Siang yang terik membara di bilangan Jakarta pusat terasa begitu menyiksa raga. Bukan tidak bisa ngadem di dalam lobby hotel yang full AC tetapi harus bolak balik membawa berkas dari mobil dinas bupati kembali ke lantai 4 hotel Sahid yang digunakan untuk rapat terbatas Pak Bupati. Sopir sebetulnya bisa saja diberdayakan, akan tetapi urusan berkas pasti tidak terlalu paham. Ntar salah ngambil khan berabe. Bisa disemprot luar dalam sama bupati. 

Mungkin juga bahasa kebun binatang berhamburan menyentil perasaan. Akhirnya lebih baik bersimbah keringat karena bolak balik ke area parkir terbuka yang letaknya lumayan jauh dari hotel lalu kembali ke lantai 4 dan hampir 5 kali bolak balik, aggap aja olahraga siang.

Seiring adzan asyar berkumandang, rapatpun berakhir. Bapak Bupati telah duduk bersandar di jok belakang  Camry hitam. “Ayo kita pulang ke Bandung, langsung ke Hotel Sheraton ya Pak Carda” Pak Bupati bersabda. “Siap pak!” sang sopir setia menjawab tegas sambil mata tetap fokus pada kemudi dan kondisi lalu lintas di depannya. 

Diriku duduk di depan disamping kiri sopir, diam tetapi waspada. Satu hal yang menjadi aturan tidak tertulis dengan bapak bupati adalah seminimal mungkin membuka percakapan kecuali laporan darurat. Namun kalau ditanya oleh Bupati maka harus menguasainya secara komprehensif atau rumus 5W 1Hnya musti terpenuhi. Karena bupatiku ini termasuk golongan perfeksionis, sagala kudu sampurna. Sering terngiang doktrinnya, “Meski kamu bukan malaikat, tetapi harus mengerjakan hal dengan sempurna!!!”

Selama perjalanan hampir tiada percakapan berarti, camry melaju membelah kota Jakarta menuju bandung kota tercinta. Mungkin beliau lelah dengan aktifitas meeting hari ini sehingga tertidur nyenyak, indikatornya adalah dengkuran yang teratur serta tidak ada pertanyaan-pertanyaan mendadak. 

Diriku ingin ikut memejamkan mata barang sesaat, tetapi khawatir beliau terbangun dan bisa berabe jika mendadak bertanya disaat sedang terbuai mimpi. Akhirnya coba menahan kantuk dengan menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. Sesekali membuka handphone dinas untuk megecek sms masuk. belum seperti sekarang yang serba canggih, saat itu baru sms dan  telepon saja yang menjadi sarana penting berkomunikasi dengan handphone.

Perjalanan ke bandung sekitar 1,5 jam lagi, segera sms kepada pak Usman Kabag Umum untuk koordinasi kaitan rencana rapat malam ini di hotel Sheraton Bandung. Seperti biasa jawaban singkat tapi padat segera terhampar di layar handphone ini, ‘-giat Sheraton Bandung/19.00sd-/Rapat terbatas Mr JP Sharch/Pra MOU irigasi/Batik/OPD disLH disBM Bappeda BagHukum/udk-‘. Langsung faham dan siap menjawab pertanyaan bupati jika sudah terbangun.

Eh ternyata hanya berselang 3 menit, terdengar suara berat dari kursi belakang, “Nanti di Sheraton pakaiannya apa?, mulai jam berapa?, siapa aja SKPD yang mendampingi?” Langsung ku sambar jawaban lengkap, “Pakaian Batik, rencana on time 19.00 sampai selesai, Kepala Dinas Lingkungan hidup, Bina marga dan Kabag Hukum telah siap mendampingi!”  dengan perasaan senang karena menjawab dengan legkap. “Batik lengan panjang atau pendek?” Bapak Bupati kembali bertanya. “Euh euh belum tau pak, ijin dikordinasikan dulu pak” Diriku menjawab agak kedodoran. “Yang bener dong kalau koordinasi itu, harus lengkap dan akurat, jangan sepotong-sepotongg!!!” terdengar bentakan yang memenuhi kabin Camry. Di ujung mata kanan terlihat sopir senyum-senyum liat diriku terkena bentakan. Sial benar nasib ini. Sms ke Kabag umum tak kunjung menerima balasan, diriku terdiam di jok depan yang terasa semakin menyusut bak pesakitan.

15 menit kemudian, sms masuk dan tertulis, ‘-Batik boleh panjang atau pendek-‘ sesaat menoleh ke jok belakang untuk melaporkan hasil koordinasi, tenyata pak bupati telah terlelap kembali. Ya sudah gimana nanti aja deh.

Waktu terus berlalu, hingga Camry memasuki pelataran hotel Sheraton di bilangan Dago Kota Bandung tepat di  jam 18.15 wib. “Tolong Batik saya bawa ke kamar dulu” Bupati memberi komando dan sang sopir mengangguk. Diriku langsung mencari Kabag umum dan Kepala Dinas Lingkungan hidup berkaitan dengan bahan yang akan dipegang serta dibaca oleh Bapak Bupati pada saat rapat nanti. Tapi jawaban pak kadis agak mencengangkan, “Tidak ada bahan pa Ajudan, tapi bapak bupati sudah memahami esensi materi pertemuan ini kok” Jawaban Pak Kadis agak membingungkan, tidak biasanya nggak ada materi. Tapi ya sudah kalau kenyataannya begitu. “Siap-siap kena semprot nich” suara bete dalam hati.

Sambil menunggu kesiapan pa Bupati, diriku sholat magrib di mushola hotel dan survey ke lokasi meeting nanti malam. Ternyata posisinya di cafe & longue dan disetting informal, ada meja besar yang mungkin disiapkan untuk rapat, tapi lampunya agak temaram. Agak was was juga, tapi semoga memang begitu konsepnya. Tepat jam tujuh malam, diriku ditemani Pak Kabag Umum dan Kadis Lingkungan hidup mengetuk pintu kamar pak Bupati dan berselang beberapa menit pintu terbuka. Beliau sudah menggunakan batik lengan panjang coklat tua yang elegan. “Apa kabar pa Kadis?” Beliau menyapa dan bersalaman dengan kedua pejabat tersebut. Diriku nggak disalamin, ya iya lah ngapain seharian ditemenin tapi disalamin, aneh aneh aja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x