Mohon tunggu...
Andrian Habibi
Andrian Habibi Mohon Tunggu... Konsultan - Kemerdekaan Pikiran

Menulis apapun yang aku pikirkan. Dari keresahan atau muncul untuk mengomentari sesuatu. Cek semua akun dengan keynote "Andrian Habibi".

Selanjutnya

Tutup

Cerita Pemilih Artikel Utama

Menguji Ketahanan Kotak Suara Berbahan Kardus Pilihan KPU

17 Desember 2018   18:53 Diperbarui: 20 Desember 2018   12:07 2505
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ketua KPU Siap-Siap Menyiram Kotak Suara Kardus|Dokumentasi pribadi

Mungkin banyak perdebatan terkait pemilihan bahan "kardus" sebagai kotak suara. Pilihan ini menggantikan bahan aluminium. Sontak tagar #kotaksuarakardus menjadi trending topic pembicaraan. Apakah benar kardus itu seperti kardus mie instan? Setelah itu, kardus tersebut pakai gembok lagi. Waduh, lucu engga tuh.

Sebelum para pengguna media sosial mengumpat dan membuat meme atau membagikan berita yang entah darimana asalnya. Saya memberikan usul. 

Pertama, lihat dan ikuti facebook Pramono Ubaid Thantowi, anggota KPU RI. Sebagai komisioner, status Pramono bisa menjadi salah satu pertimbangan dan bahan perbandingan sebelum mengomentari kardus.

Kedua, coba lihat beberapa facebook pegiat pemilu. Ada status atau postingan yang menjelaskan kardus dalam pemilu. Bagaimana pemilu mengenal kotak suara kardus? Setidaknya perdebatan antar pegiat pemilu memberi kita bahan analisis tambahan. Sehingga, komentar tentang kardus lebih objektif. Bukan hanya menyeragamkan kardus mie instan sebagai kotak suara.

Ketiga, coba lihat beberapa video yang tadi siang, Senin, 17 Desember 2018, menjadi jejak digital bagaimana kardus yang dijadikan kotak suara.

Simulasi Pertama

Simulasi Kedua

Simulasi Ketiga

Simulasi Keempat
Pada video simulasi, nampak Ketua KPU Arif Budiman melakukan beberapa tes terhadap kotak suara yang terbuat dari kardus tersebut. Jenis tes yang dilakukan antara lain:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerita Pemilih Selengkapnya
Lihat Cerita Pemilih Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun