Mohon tunggu...
Andrian Habibi
Andrian Habibi Mohon Tunggu... Konsultan - Kemerdekaan Pikiran

Menulis apapun yang aku pikirkan. Dari keresahan atau muncul untuk mengomentari sesuatu. Cek semua akun dengan keynote "Andrian Habibi".

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Pahlawan Nasional yang Sederhana, Apakah Kadernya Mampu Menirunya?

15 November 2017   13:00 Diperbarui: 15 November 2017   14:51 1936
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: www.senayanpost.com

Koordinator Nasional Presidium Kahmi Mahfud MD, memimpin lima puluh orang pengurus KAHMI Wilayah se-indonesia untuk menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat, 3 November 2017.

Kahmi menginginkan Presiden menganugrahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Pendiri HMI Lafran Pane. Gayung bersambut, Presiden Jokowi memastikan gelar Pahlawan Nasional kepada Lafran Pane.

Gelar Pahlawan Nasional sah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 115 / TK / Tahun 2017 tentang Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional pada tanggal 9 November 2017.

Perjuangan para kader untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional kepada sang "ayahanda HMI" tercapai. Bahkan, Presiden Jokowi pun memberi harapan untuk membuka acara Musyawarah Nasional KAHMI di Medan pada 17 November 2017.

Dua kebahagian ini menambah semangat perjuangan KAHMI untuk terus mendukung cita-cita Lafran Pane.

Lafran menginginkan HMI menjadi organisasi yang mendukung perjuangan keislaman dan keindonesiaan. Sehingga kader HMI mampu mengemban tugas sebagai kader ummat kader bangsa.

Kisah Sederhana Sang Pahlawan

Hariqo Wibawa Satria mengungkap latar belakang Pendiri HMI ini dalam buku 'Lafran Pane; Jejak Hayat dan Pemikirannya'.

Sumber: nasional.kompas.com
Sumber: nasional.kompas.com
Lafran Pane adalah adik dari dua pujangga terkenal, Sanusi Pane dan Armin Pane. Lafran Pane lahir 5 Februari 1922, di Kampung Pangurabaan, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Ayahnya, Sutan Pangurabaan Pane seorang jurnalis, sastrawan, kepala sekolah di HIS, pendiri Muhammadiyah di Sipirok.

Sutan Pangurabaan adalah pendiri dan pemimpin Surat Kabar Sipirok-Pardomuan (terbit 1927), berbahasa Angkola, yang terus menyuarakan kemerdekaan Indonesia, usahanya di bidang penerbitan dan percetakan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun