Mohon tunggu...
Andri Kurniawan
Andri Kurniawan Mohon Tunggu... Penulis - Lulusan Politeknik Negeri Jember 2022

Tulislah apa yang kamu pikirkan, cintailah apa yang menjadi milikmu. Kita semua berjalan menuju kesuksesan dengan caranya masing-masing, sebab ada yang harus dinanti, didoakan, serta diusahakan.

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop Pilihan

Rusia Dijadikan "Kambing Hitam" oleh NATO, Erdogan: Provokasi Bukanlah Perdamaian

18 November 2022   08:18 Diperbarui: 18 November 2022   08:20 199
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosok Recep Tayyip Erdogan (sumber: viva.co.id/Radhitya)

Insiden mengejutkan terjadi di Polandia, tepatnya di Desa Przewodow, dekat perbatasan Polandia-Ukraina. Sebuah rudal jatuh dan menewaskan setidaknya 2 orang, Selasa (15/11/22) lalu.

Mulanya NATO dan Barat langsung menuduh yang bertanggungjawab atas jatuhnya rudal tersebut adalah Rusia. Seperti yang diungkapkan oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

"Saya yakin itu bukan rudal kami atau serangan rudal kami," jelas Zelensky.

Rusia dituduh memancing terjadinya Perang Dunia 2 dengan menyerang salah satu negara yang tergabung dalam Pakta Warsawa (NATO), yang mana jika salah satu negara anggota NATO diserang, maka anggota yang lain boleh menyerang balik.

Seakan menelan ludah sendiri, 1 hari kemudian, diketahui bahwa rudal yang meluncur di Polandia tersebut adalah milik angkatan militer Ukraina sendiri.

Beberapa saat pemberitaan adanya rudal yang jatuh di Polandia, Joe Biden dan beberapa wakil Eropa mengadakan rapat darurat ditengah-tengah pagelaran G20 2022 Bali Indonesia.

Tidak seperti negara-negara Eropa lain yang langsung menyalahkan Rusia secara sepihak, Joe Biden lebih memilih tenang dan menunggu penyelidikan kenapa rudal tersebut bisa jatuh di Polandia.

"Berdasarkan lintasannya sepertinya rudal itu tidak ditembakan dari Rusia, tapi kita lihat saja nanti," ujar Biden dalam rapat darurat saat KTT G20 di Bali, Rabu (16/11/22).

Meski sudah terbukti bahwa rudal tersebut bukan dari Rusia, pihak NATO dan Barat tetap menyalahkan Putin yang dinilai telah memulai peperangan Rusia-Ukraina.

Ini bukan salah Ukraina, Rusia yang tetap bertanggungjawab karena melanjutkan perang ilegal menyerang Ukraina," ujar Sekjen NATO Jeans Stoltenberg, dalam rapat di Brussel Belgia, Rabu (16/11/22) lalu.

Ditengah Rusia yang diserang habis-habisan oleh Barat, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dengan tegas membantah bahwa rudal tersebut berasal dari Rusia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun