Mohon tunggu...
Andri Kurniawan
Andri Kurniawan Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa

Tulislah apa yang kamu pikirkan, cintailah apa yang menjadi milikmu. Kita semua berjalan menuju kesuksesan dengan caranya masing-masing, sebab ada yang harus dinanti, didoakan, serta diusahakan.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Politik Pragmatisme Amerika Serikat, Menyulut Api di Balik Kata "Perdamaian"

7 Agustus 2022   11:20 Diperbarui: 7 Agustus 2022   11:28 273 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Joe Biden tampak sedang berpidato (sumber: liputan6.com)

Siapa yang tidak tau Amerika Serikat, salah satu dari dua negara adidaa di dunia selain Rusia. Keterlibatan Negeri Paman Sam (julukan Amerika) dalam kancah internasional sudah tidak diragukan lagi dengan kekuatan besar yang dimilikinya. Dilihat dari berbagai sisi, Amerika bisa dikatakan sebagai negara yang sempurna, politik, ilmu pengetahuan, militer dan lain-lainnya.

Sebagai negeri adidaya, Amerika Serikat hampir selalu melibatkan diri dalam masalah-masalah negara lain, contohnya konflik Suriah dan Libya tahun 2011, serta penumpasan Osama Bin Laden dan Taliban di Afganistan dari tahun 2001 hingga 2021.

Bukan hanya itu, baru-baru ini Amerika pun secara tidak langsung terlibat dalam konflik Rusia-Ukraina, yang mana dipicu oleh niatan Presiden Ukraina, Vladymyr Zelensky untuk bergabung NATO, dimana sejak awal sudah diwanti-wanti oleh pihak Rusia.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Amerika merupakan negara dengan kontribusi dan koneksi terbesar di dunia, sebut saja PBB, berpusat di New York, Amerika, serta Aliansi Militer Eropa atau NATO, yang merupakan sekutu terbesar Amerika.

Bahkan dalam konflik Rusia-Ukraina, diketahui Joe Biden diam-diam memerintahkan pasukan militer US untuk memasok persenjataan untuk militer Ukraina, jelas hal tersebut membuat pihak Rusia marah besar. Pada akhirnya pasokan persenjataan Amerika dihentikan dan diganti dengan upaya diplomasi.

Disisi lain, jika diamati lebih dalam, bisa dikatakan setiap konflik yang melibatkan Amerika untuk mediator bukan selesai, malah terkesan seperti menyulut api, contohnya dari konflik Afganistan, dimana intervensi Amerika dengan dalih perdamaian melibas Taliban dan Osama Bin Laden malah membuat Afganistan porak poranda, Amerika secara diam-diam mengambil minyak bumi Afganistan selama melakukan intervensi.

Dulu Afganistan dikenal sebagai negara Timur Tengah yang kaya sumber daya pertambangan, seperti gas alam, batu bara, dan minyak bumi, kini terjebak dalam konflik internal pasca penggulingan pemerintah oleh Taliban, yang semakin membuat kondisi mencekam.

Pragmatisme
Keterlibatan Amerika dalam segala permasalahan negara-negara di dunia tidak terlepas dari Politik Demokrasi Liberal dengan filsafat Pragmatisme, artinya tindakan manusia yang memilih sesuatu yang berguna atau bermanfaat baginya.

Pragmatisme juga dapat diartikan sebagai sebuah aliran filsafat pendidikan yang mengajarkan bahwa yang benar itu adalah segala sesuatu yang terbukti, dengan melihat akibat atau manfaat yang hasilnya secara praktis. Kebenaran pragmatis adalah kebenaran yang manfaat. Untuk mengetahuinya maka harus diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

Bisa dikatakan bahwa Amerika berpikir dahulu sebelum melakukan kerjasama, apakah menguntungkan bagi mereka, tidak peduli dampak dari apa yang dilakukan terhadap negara lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan