Mohon tunggu...
Andre Soewito
Andre Soewito Mohon Tunggu... Master in Public Policy

Soundcloud: https://soundcloud.com/andrephology

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Berbicara Millenial dan Bonus Demografinya

3 Maret 2019   08:29 Diperbarui: 5 Maret 2019   14:17 670 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Berbicara Millenial dan Bonus Demografinya
milenal-5c7e2241677ffb438d63da0c.jpg

Berbicara soal millennials (gen Y) adalah hal yang paling aku suka. Kenapa? Ya karena inilah masa keemasan dimana bonus demografi mulai panen. Bonus demografi itu tidak hanya dimiliki oleh Negara maju saja, tetapi juga Negara berflower seperti Indonesia loh.

Konon katanya millennials adalah generasi tercerdas dari sekian regenerasi homo sapiens. Millennials di Indonesia saat ini sudah berada pada kisaran 34% (BPS, 2015) dari total populasi, di ikuti Generasi Baby Boomers yang karakteristiknya cenderung konservatif sebanyak 13%, lalu Generasi X 20% yang cenderung fleksibel, dan sisa lainnya Generasi Z yang masih ranum, juga generasi Alpha yang belum diketahui akan kemana preferensinya.

Generasi Millenial itu generasi yang unik, berbeda dengan dengan generasi lain. Hal ini banyak dipengaruhi oleh munculnya smartphone, meluasnya internet, dan munculnya jejaring sosial media. Ketiga hal tersebut banyak mempengaruhi pola pikir, nilai-nilai dan perilaku yang dianut. 

Yang mencolok dari generasi millennial ini dibanding generasi sebelumnya adalah soal penggunaan teknologi dan budaya musik. Kehidupan generasi millennial tidak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet, entertainment atau hiburan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi generasi ini.

Preferensi millennials adalah tentang vacation. They want spent a lot of time for travelling. OMG, it's like I say it in front of mirror. Hahaha. Bahkan dalam keadaan mendesakpun, millennials rela resign dari Perusahaan dimana ia bekerja hanya demi bisa tamasya. Nahlo, siapa yang pernah begini? Selain itu kesehatan dan keluarga menjadi prioritas millennial sebagai alasan work balance.Menyangkut Bonus Demografi. Setidaknya ada 3 hal yang menjadi kekuatan millennials saat ini: (1) creative, (2) connected, and (3) confidence. Itulah kenapa millennials mampu menciptakan produk unicorn (seperti gojek, ruang guru, bukalapak), lalu terhubung dengan banyak orang di sosial media, dan percaya diri dalam mengungkapkan pendapat (debat) di publik.

Diprediksi tahun 2045, Indonesia akan menduduki peringkat ke-4 dunia sebagai Negara dengan GDP terbesar, karena ekonomi Negara terus tumbuh berkat peran millennials. Saya suka. Saya suka.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x