Andre Lolong
Andre Lolong Tire specialist

Husband of a caring wife, father of two, Car enthusiast, Life learner

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Pilihan

Periksa Ban Secara Rutin demi Keamanan dan Kenyamanan Berkendara

9 Maret 2018   03:03 Diperbarui: 9 Maret 2018   03:13 3106 2 0
Periksa Ban Secara Rutin demi Keamanan dan Kenyamanan Berkendara
Ilustrasi: Shutterstock

Ban merupakan salah satu komponen pada mobil atau motor yang kerap tidak mendapatkan perhatian dari pemiliknya. Padahal performa Ban juga punya kontribusi yang besar dalam keamanan dan kenyamanan berkendara. Agar Ban bisa perform dengan maksimal dalam jangka waktu yang lama, perlu dilakukan perawatan berkala.

Ada berbagai kejadian Ban pecah di jalan Tol hingga menyebabkan terjadinya kecelakaan.
Sebenarnya banyak faktor yang bisa membuat Ban mengalami shock pada saat kecepatan kendaraan agak tinggi. Bisa saja karena ada slow pressure loss yang tidak disadari, yang disebabkan oleh tambalan tidak sempurna, atau nail puncture yg dibiarkan, atau pernah mengalami benturan keras hingga menyebabkan steel belt didalamnya putus dan lain lain.

Sangat disarankan agar kita melakukan quick check up 1-2 hari sekali pada Ban kendaraan kita. Yang paling mudah adalah lakukan pemeriksaan visual pada keempat buah Ban yang terpasang pada Mobil, dengan memulainya dari Ban Kanan depan - Kanan belakang - Kiri belakang - kiri depan.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
1. Apakah ada paku tertancap, atau luka kecil berupa sobekan pada dinding dan tapak Ban?

Jika ada, jangan dibiarkan. Segera bawa ke Bengkel/ Toko spesialis Ban. Paku yang tertancap perlu segera dilepaskan dan lubangnya ditambal agar tidak menyebabkan keluarnya udara dari dalam dan masuknya air dari luar. Sobekan kecil pada dinding atau tapak Ban juga bisa bertambah besar seiring dengan dioperasikannya kendaraan secara terus menerus.

2. Apakah ada Ban yang agak kempes atau kurang tekanan angin?

Jika ada, jangan dibiarkan. Segera  lakukan pemeriksaan dengan dengan mengisi kembali udara atau nitrogen. Dan amati apakah 1-2 hari kemudian tidak kempes lagi. Jika agak kempes lagi, berarti ada slow pressure loss. Bisa jadi ada lubang atau sobekan kecil akibat benturan atau tusukan yang tidak terlihat secara langsung oleh mata.

Untuk penambalan Ban yang baik dan benar akan saya ulas pada tulisan saya berikutnya.

3. Lakukan Spooring dan Balancingsecara rutin, setidaknya selama 20,000 KM sekali.

Tujuannya memperbaiki setelan  Ban Mobil agar lurus, serta keempat putaran roda seimbang. Spooring dan Balancing akan mencegah Ban yang habis sebelah dalam atau luar duluan, mencegah terjadinya vibrasi pada kaki-kaki hingga menyebabkan wheel steering bergetar pada kecepatan tertentu, meluruskan Ban depan sesuai dengan arah wheel steering, dan sebagainya.

4. Lakukan perputaran (rotasi) Ban pada setiap 10,000 KM.

Tujuannya agar tingkat keausan merata pada Ban. Pada umumnya distribusi beban paling berat pada sebuah mobil ada di bagian belakang. Hingga Ban belakang lebih cepat "habis". Rotasi Ban dilakukandengan aturan menyilang; depan kiri ke kanan belakang, depan kanan ke belakang kiri dan sebaliknya. 

Ini berlaku untuk Ban symmetric ( sisi kiri dan kanan pada Ban punya design tapak yang sama ). Namun jika mobil anda memilik Ban asymmetric maka rotasi yang dilakukan adalah cukup dengan menukar kedua Ban depan ke belakang dan sebaliknya.

Ban merupakan penopang  dan pengarah kendaraan. Jika Ban sehat maka berkendara pun menjadi aman dan nyaman.