Mohon tunggu...
Andreas Notonegoro
Andreas Notonegoro Mohon Tunggu... Master Economics Student at University of Huddersfield, England

Pembelajar yang mencoba memberikan pandangan terhadap kondisi sosial ekonomi kampung halamannya (Indonesia)

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Bagaimana Langkah Pemerintah Hadapi Dampak Ekonomi Virus Corona?

26 Februari 2020   18:24 Diperbarui: 26 Februari 2020   18:31 46 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bagaimana Langkah Pemerintah Hadapi Dampak Ekonomi Virus Corona?
presiden Jokowi saat akan memimpin ratas penanggulangan ekonomi hadapi corona. www.presidenri.go.id

Virus Corona baru, yang memiliki nama resmi COVID-19 yang pertama muncul di Cina bukan saja memberikan ancaman kontan terhadap kesehatan atau kematian kepada manusia, secara sistemik, virus corona pun akan memberikan dampak kepada manusia yang tidak terkena virus corona, melalui dampak ekonomi yang menjadi lesu. Dalam hal ini, tidak mungkin suatu negara diam saja, strategi dan langkah harus disiapkan, pemerintah Indonesia sudah memilih strategi untuk menghadapinya, apa itu?

Sebagai informasi, per hari ini, Rabu (26/2/2020) virus Corona total sudah merenggut 2.764 korban jiwa, 2.715 orang meninggal di daratan Cina, sementara sisanya berada di luar Cina (Iran 16, Korsel 12, Italia 11, Jepang 5, Hong Kong 2, Filipina, Perancis, dan Taiwan masing-masing 1). Penyebaran virus ini bahkan menyebabkan salah satu Liga Top di Eropa yaitu Serie A Italia ditunda, pameran busana Giorgio Armani di Italia digelar tanpa penonton, dan banyak event di mana terjadi perputaran ekonomi yang besar seolah terhenti.

Bahkan, Indeks Saham AS Dow Jones yang merupakan indeks tertua di dunia dan menjadi salah satu acuan investor dunia, dalam dua hari terakhir merosot 2.267 poin akibat penyebaran corona, para investor cemas dan menarik investasinya. Kemarin, Indeks Dow Jones turun 3,2 persen. Hal itu juga berdampak pada Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia hari ini, turun 1,70% ke level 5.688. Sebelum adanya virus Corona, padahal IHSG diprediksi dapat menembus angka 7.000.

Pada sektor pariwisata Indonesia, pemerintah menyampaikan, mengalami kerugian sekitar Rp 7 triliun per bulan akibat absennya turis Tiongkok dan negara lain yang membatasi bepergian ke luar negeri akibat ancaman corona. Begitu pula untuk sektor perdagangan, ekspor merosot 12,07% menjadi 2,24 miliar US Dollar di migas dan non migas. Juga impor yang turun menjadi 2,71%, terbesar terjadi pada komoditas buah buahan seperti apel dan anggur.

Pemerintah lantas tidak tinggal diam. Presiden Jokowi langsung memutuskan akan menggelontorkan Rp 10,3 triliun sebagai stimulus ekonomi untuk hadapi corona. Anggaran tersebut diperuntukan untuk 10 destinasi wisata prioritas, yaitu Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok NTB, Malang, Manado, Toba, Tanjung Pandan, dan Tanjung Pinang. Hal itu mulai dirasakan saat ini, jika anda klik aplikasi pemesanan tiket, harga tiket pesawat menjadi sangat murah. Ini mampu membuat mobilitas wisatawan lokal antar daerah di Indonesia menggeliat. Ini langkah yang cukup strategis.

Selain itu, pemerintah juga akan mempercepat program Kartu Pra-Kerja untuk direalisasikan kepada 2 juta orang sebesar Rp 10 triliun yang rencananya akan cair pada Maret 2020. Langkah-langkah Pemerintah jelas logis guna menghadapi dampak ekonomi dari virus Corona, karena ekonomi akan dirasakan pelemahannya bagi seluruh rakyat tanpa terkecuali, baik yang terserang virus corona atau tidak!

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x