Andre Situmorang
Andre Situmorang Penulis Lepas

Juventini dan penyuka olahraga yang mencoba menulis

Selanjutnya

Tutup

Olahraga highlight

Liverpool vs Arsenal, Laga Penjaga Asa Klopp dan Wenger

3 Maret 2017   12:09 Diperbarui: 3 Maret 2017   13:08 209 3 2
Liverpool vs Arsenal, Laga Penjaga Asa Klopp dan Wenger
Klopp vs Wenger (bola.net)

Liga Inggris memasuki pekan laga ke-27. Masih 12 pertandingan tersisa sampai akhir musim, tetapi calon juara sudah nampak jelas terlihat. Chelsea bertengger nyaman di puncak klasemen dengan selisih 10 poin dari peringkat kedua, Tottenham Hotspur. Akan sulit menggulingkan Chelsea dari tampuk pimpinan dalam 12 pertandingan ke depan, sehingga peta persaingan pindah ke zona liga Champion (UCL). Pekan ini tersaji big match antara Liverpool vs Arsenal di Anfield. Tentunya laga ini menjadi krusial, dan menjadi penjaga asa Klopp dan Wenger untuk mengganggu kenyamanan Chelsea, atau setidaknya lolos otomatis ke fase grup UCL musim depan.

Liverpool dan Arsenal keduanya tim pesakitan. Pesaing utama untuk merebut tahta EPL di awal musim, tapi saat ini tertatih-tatih di peringkat 4 dan 5 klasemen. Dan saat seperti ini adalah momen krusial bagi kedua tim untuk bisa menancapkan kuku lebih dalam di zona UCL. Dengan gangguan MU di belakang mereka, kedua tim diharapkan bisa selalu mendapatkan hasil baik agar tidak terlempar lebih jauh dari persaingan. Memasuki pekan ke-27 ini kedua tim sedang tidak dalam performa terbaik. Liverpool baru saja dipukul juara bertahan yang sedang mencoba bertahan dari jurang degradasi, Leicester, setelah kalah 1-3 di King Power Stadium. Arsenal, tidak bermain pada weekend kemarin, tetapi sebelumnya diluluhlantakkan raksasa Jerman, Bayern Muenchen, 1-5 di leg pertama 16 besar UCL, sebelum kemudian menang 2-0 atas Sutton Utd di ajang FA Cup. Siapakah yang mampu bangkit di laga nanti?

Klopp dan Wenger punya gaya permainan yang bertolak belakang. Gegen pressing ala Klopp melawan ball possession ala Wenger. Dilihat dari gaya permainan, Wenger memiliki “disadvantages” dibanding Klopp, karena dengan pressing ketat yang dilancarkan Liverpool, Arsenal akan kesulitan dalam menerapkan taktik penguasaan bola mereka. Hal tersebut terlihat dengan kekalahan Arsenal 3-4 di Emirates Stadium di laga perdana musim ini. Arsenal juga kesulitan ketika melawan tim-tim besar musim ini. Arsenal sudah kalah dari Chelsea, City, dan Liverpool, sementara Liverpool belum kalah dari tim penghuni 6 besar liga musim ini.

Liverpool akan tampil dengan formasi 4-3-3 melawan Arsenal dengan formasi andalan Wenger 4-2-3-1. Kembalinya Joel Matip akan memantapkan lini belakang Liverpool yang selama ini rapuh ketika dia tidak bermain. Arsenal punya kesempatan untuk menekan Liverpool dari sisi kiri bila Hector Bellerin bermain. James Millner bukan bek kiri murni dan akan kesulitan menangani kecepatan Bellerin. Selama Matip tidak bermain, Liverpool sangat kesulitan menangani bola atas. Ketika kalah 1-3 dari Leicester, Lucas Leiva sebagai bek tengah tidak sekali pun memenangi duel udara dengan Jamie Vardy. Hal ini bisa menjadi keuntungan bila Arsenal memasang Oliver Giroud untuk memenangi duel-duel bola atas di lini belakang Liverpool. Kunci kemenangan Arsenal bisa berada pada mampu kah Mesut Ozil menampilkan permainan terbaiknya. Ozil sering kali “hilang” di pertandingan-pertandingan besar dan tidak mampu memberikan perbedaan ketika timnya membutuhkan keahliannya menciptakan peluang. Kunci kemenangan Liverpool akan berada di tangan Sadio Mane. Ketika Mane mampu tampil apik, lini belakang Arsenal akan sangat kerepotan. Siapakah yang mampu menang dan kembali ke persaingan juara EPL? Kita saksikan pada laga yang tersaji pada Minggu, 5 Maret 2017 ini.