Kita sangat mudah percaya pada foto foto bahagia. atau pada orang yang senang memamerkan foto liburan di akhir pekan. Berpose pada latar indah dengan layar penuh. Foto foto itu lalu di simpan pada album keluarga.
Keluarga bahagia. Apakah mata kita yang selalu melihat, mengintip mereka. Atau apakah perasaan kita yang senang, dengan bahagia seperti di foto album itu. Sebuah alasan kita bahagia tentunya tidak ingin tahu apa saja di luar sana, bukan?
Apakah kau ingin tahu, betul. Jalanan menuju kebahagiaan itu, sungguh berduri. Jajanan itu dirintis oleh pendahulu, lalu kita memotret dan menyimpannya jadi album keluarga. Apakah kamu sudah tahu album keluarga itu, di foto oleh siapa? Anggota keluarga yang mana yang ikut dan tidak ikut? Apakah kamu betul-betul atau pura-pura mencari tahu ini siapa dan itu siapa? Kapan dan di mana? Umur berapa saat aku dikandung? Ibu umur berapa saat itu aku sedang asyik memakan makanan ibu. Yang pura-pura ngidam agar ayah perhatian. Atau sungguh sakit, aku sungguh berdosa ibu. Kusimpan saja foto lama ini, Untuk kebahagiaan baru. Apakah ada hal baru dari kebahagiaan itu?