Mohon tunggu...
Andi R Rumbiak
Andi R Rumbiak Mohon Tunggu... Tertarik dengan isu sosial dan kebudayaan

Mengabdi di Papua

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Belajar dari Suku Arfak tentang Bagaimana Menikmati Alam dengan Kesederhanaan

4 Juli 2020   11:40 Diperbarui: 4 Juli 2020   20:52 956 20 4 Mohon Tunggu...




 

Sekilas Perjalanan

Sebuah perjuangan berat nan menyenangkan ketika suatu hari saya berkesempatan mengunjungi suatu distrik (Kecamatan) terpencil bernama Testega, wilayah yang termasuk gugusan Pegunungan Arfak yang berada di setral kepala burung Pulau Papua.

Berat, memang sebuah perjalanan yang menguras waktu dan tenaga, di tengah goncangan mobil 4WD yang merambat pelan di atas jalan tanah berbatu membelah lajur punggung gunung dan sesekali melintasi aliran sungai dangkal berbatu. 

Namun, rasa lelah tidak ada artinya saat melihat betapa megahnya rimba Papua dengan kabut tipis di sepanjang perjalanan. Nun jauh di sana nampak asap putih membumbung dari perkampungan penduduk asli, menandakan adanya kehidupan di wilayah terpencil tersebut.

Pegunungan Arfak merupakan salah satu kabupaten di Papua Barat dan beribu kota di Anggi. Sebuah hamparan lembah yang di kelilingi gugusan pegunungan dengan dua buah danau indah, di tengahnya yang disebut Anggi Gidi dan Anggi Gida.

Perwujudan simbol seorang laki-laki dan perempuan sebagaimana kepercayaan sakral masyarakat setempat. Ada beberapa kelompok etnolinguistik yang mendiami wilayah tersebut, mereka disebut Etnis Hatam, Etnis Soub, dan Etnis Meyah atau pada umumnya dikenal sebagai suku Arfak saja, penduduk yang mendiami pegunungan Arfak.

Danau Anggi (sumber: Travel Kompas.Com)
Danau Anggi (sumber: Travel Kompas.Com)

Pamali, Wujud Konservasi Tradisional

Pagi-pagi benar, mama Martha Dowansiba pemilik dari rumah yang kami singgahi telah menyiapkan sarapan di atas tungku masak. Dengan asap memenuhi ruangan dapur, sesekali Ia memasukan potongan potongan kayu ke dalam tungku, hingga panas api tungku tetap terjaga. 

Beberapa potong ubi dan sayur labu, telah cukup mengenyangkan pagi ini. Sebagaimana layaknya kelompok-kelompok tradisional di Papua, keseharian mereka cukup sederhana. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN