Mohon tunggu...
Andi Novita Mama Anugrah
Andi Novita Mama Anugrah Mohon Tunggu... Penulis - Undergraduate Petroleum Engineering Student at UPN "Veteran" Yogyakarta

Researcher II Energy and Renewables Enthusiast

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Mengapa Menggunakan Pompa Air Listrik Tenaga Surya?

20 Oktober 2021   13:20 Diperbarui: 20 Oktober 2021   13:26 649
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pompa air listrik tenaga surya (http://liputan.co.id/18/10/2018)

Di Indonesia sebagai negara agraris yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, tentunya mengandalkan sistem irigasi atau pengairan yang baik. Turunnya ketersediaan air akan berdampak pada kualitas dan kuantitas pertumbuhan suatu tanaman. 

Akibatnya akan berdampak pada ketahanan pangan, pelaku usaha tani, buruh tani, dan penggarap areal persawahan. 

Rata-rata di setiap wilayah pertanian mengandalkan sistem pompa air untuk memenuhi pasokan kebutuhan air di areal tersebut. Biasanya air didapat dari sumber air yang digali dari sungai maupun pasokan dari air PDAM. Untuk mengalirkan air yang diperlukan dengan tekanan yang cukup, maka digunakan pompa air.

Pompa air adalah sebuah mesin yang digunakan untuk menaikkan cairan dari daerah rendah ke daerah yang lebih tinggi atau sebagai mesin yang berfungsi untuk menaikkan tekanan cairan dari cairan bertekanan rendah ke cairan bertekanan tinggi ataupun sebagai penguat laju aliran pada suatu jaringan perpidahan. Pompa air ini, selain mengandalkan listrik biasa juga terdapat pompa yang didesain dengan mengandalkan energi dari sistem fotovoltaik.

Teknologi sistem fotovoltaik merupakan teknologi yang memanfaatkan radiasi matahari dengan bantuan solar PV. Pada sistem ini cuaca dan iklim akan sangat berpengaruh khususnya terhadap kinerja sistem. 

Dalam sebuah penelitian mengenai kelayakan sistem fotovoltaik, didapatkan hasil bahwa tegangan jatuh pada solar PV terbesar terjadi pada saat keadaan mendung yakni pukul 16.00 WIB sebesar 4,67% dan tegangan terkecil pada saat keadaan cerah pada pukul 12.00 WIB yakni sebesar 4,17% (Utomo, 2009). 

Sehingga, saat turunnya persediaan air saat musm kemarau, nilai solar irradiance menunjukkan nilai yang optimal. Hal inilah yang menjadi peluang untuk memanfaatkan energi matahari untuk mendorong air dalam tanah dengan bantuan pompa air listrik.

Ilustrasi Pompa Air Listrik Tenaga Surya/dokpri
Ilustrasi Pompa Air Listrik Tenaga Surya/dokpri
Aplikasi teknologi fotovoltaik dibagi dalam dua kelompok yakni pengkopelan atau menghubungkan secara langsung maupun tidak langsung. Pada pengkopelan langsung energi listrik yang dihasilkan dapat langsung digunakan oleh beban. 

Pada sistem ini, beban layanan tersedia apabila energi matahari juga tersedia. Sedangkan pada pengkopelan tidak langsung, energi listrik yang diperoleh disimpan dalam baterai sehingga apabila tidak tersedia energi matahari, maka beban hanya dapat digunakan sepanjang energi di dalam baterai mencukupi.

Cara kerja dari sistem pompa air listrik tenaga surya adalah apabila kita menggunakan pompa air tipe arus searah atau DC maka dapat digunakan langsung dari baterai yang sudah terisi. Namun, jika pompa air yang digunakan tipe arus bolak balik maka membutuhkan perangkat elektronik pada rangkaian panel surya yakni inverter DC-AC agar keluarannya menjadi arus AC. 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ariawan dkk (2013) efisiensi penggunaan panel surya sebagai penggerak pompa air yakni dengan melihat kemampuan pompa air DC untuk mengangkat air pada ketinggian tertentu dan banyak debit air yang dihasilkan mencapai 3,2 meter dan debit air 38% lebih besar dari pemakaian pompa AC.

Komponen utama yang terdapat pada sistem pompa listrik tenaga surya meliputi modul surya, pompa, dan controller. Sedangkan komponen pelengkapnya meliputi penyangga modul surya, panel proteksi, kabel, pemipaan, dan beberapa aksesoris. Komponen ini perlu dipastikan ketersediaannya sebelum dilakukan pemasangan untuk menghasilkan performance kinerja yang baik.

Untuk sistem dari pompa air listrik tenaga surya terdapat dua jenis yakni sistem pompa air listrik dengan baterai dan tanpa baterai.

1. Sistem  pompa air listrik dengan baterai

 

Pompa Air Tenaga Surya Sistem DC/dokpri
Pompa Air Tenaga Surya Sistem DC/dokpri

Keuntungan sistem ini  adalah dengan menggunakan baterai pompa akan beroperasi lebih lama atau tidak tergantung irradiasi matahari. Selain itu, ketika musim penghujan, dimana kebutuhan air sudah terpenuhi dari air hujan, sistem PLTS dan baterai dapat digunakan sebagai sumber energi untuk kebutuhan lain yakni penerangan, charging sepeda listrik atau motor listrik, charging backpack battery dan sebagainya. Kekurangannya yaitu investasi tentunya lebih mahal karena menggunakan battery, life time system, karena selain dipengaruhi oleh lifetime pompa, panel PV jga dipengaruhi oleh lifetime battery atau siklus battery.

2. Sistem  pompa air listrik tanpa baterai

Pompa Air Tenaga Surya Sistem AC/dokpri
Pompa Air Tenaga Surya Sistem AC/dokpri
Keuntungan dari sistem ini adalah investasi lebih murah, sistem lebih simple dan lifetime system tidak bergantung dengan siklus baterai. Kekurangannya yaitu ketika musim penghujan, ketika kebutuhan air sudah bisa terpenuhi dari air hujan, sistem akan cenderung idle, dan pompa bekerja berdasarkan irrasiasi mataharii, dengan rata-rata 4 jam perhari.

Pompa air listrik tenaga surya yang memanfaatkan energi matahari ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para petani dalam penyediaan air di areal persawahan. Selain memanfaatkan energi yang ramah lingkungan, pompa air ini dapat dipasang dimana saja selama mendapatkan sistem penyinaran matahari dengan surasi pemasangan yang sangat cepat dan simple. 

Selain itu, pengoperasiannya sangat mudah, tidak memerlukan keahlian khusus sehingga seluruh petani akan lebih mudah menggunakan pompa ini. Yang terpenting adalah tidak memerlukan biaya operasional rutin karena tidak menggunakan bahan bakar minyak, sehingga tidak menghasilkan polusi dan bersifat ramah lingkungan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun