Mohon tunggu...
ANDIKA A FAUZI
ANDIKA A FAUZI Mohon Tunggu... Student of colledge

Membaca, Menulis, dan Majulah.

Selanjutnya

Tutup

Finansial

5 Nilai Universal, Fondasi Utama Ekonomi Islam

2 Agustus 2020   17:07 Diperbarui: 2 Agustus 2020   17:55 65 0 0 Mohon Tunggu...

Islam sebagai agama yang haq (benar) merupakan ajaran Ilahi yang meliputi segala aspek kehidupan manusia. Oleh sebab itu, Islam harus diimplementasikan  dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan tuntunan Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW. Semua pekerjaan atau aktivitas dalam Islam, termasuk aktivitas ekonomi, harus tetap dalam bingkai akidah dan syari'ah (hukum-hukum Allah). Berbicara tentang ekonomi berarti ada 2 (dua) konteks yang termasuk didalamnya, yaitu; perekonomian (kondisi ekonomi) dan ilmu ekonomi.

Secara umum, ilmu ekonomi adalah merupakan suatu ilmu yang berhubungan dengan kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Kemudian, Inti masalah dari ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas.  Definisi ini merupakan pandangan umum masyarakat atau biasa disebut ekonomi konvensional.

Sedangkan ekonomi Islam didefinisikan sebagai perilaku individu Muslim dalam setiap aktivitas ekonomi syariahnya harus sesuai dengan tuntutan syariat Islam, dalam rangka mewujudkan dan menjaga maqashid syariah (agama, jiwa, akal, nasab, dan harta). Dengan demikian sudah jelas perbedaan antara ekonomi islam dan ekonomi konvensional. 

Ekonomi Islam memiliki 5 (lima) nilai universal yang memiliki fungsi seperti pondasi , yaitu menentukan kuat tidaknya suatu bangunan.  Kelima nilai tersebut yang menjadi prinsip-prinsip ekonomi Islam. Kemudian dari kelima nilai universal tersebut, dibangunlah tiga prinsip derivatif (turunan), yaitu kepemilikan multijenis (multiple ownership), kebebasan bertindak atau berusaha (freedom to act) serta keadilan sosial (social justice).

Adapun lima nilai universal tersebut meliputi:
1. Tauhid (Keimanan). Keimanan disini Bermakna  semua yang kita lakukan di dunia akan dipertanggungjawabkan kepada Allah di akhirat kelak.

2. 'Adl (keadilan). Memiliki arti bahwa Allah telah memerintahkan manusia untuk berbuat adil dan tidak menzalimi orang lain demi memperoleh keuntungan pribadi.

3. Nubuwwah (kenabian).  Dalam  sifat dan sikap menjadikan nabi Muhammad SAW, sebagai teladan dalam melakukan segala aktivitas di dunia.

4. Khilafah (pemerintahan). Disini  pemerintah memiliki peran dalam memastikan perekonomian dapat berjalan dengan baik dan tidak ada distorsi.

5. Ma'ad (hasil). Hasil disini adalah  laba/keuntungan yang diperoleh di dunia juga menjadi laba di akhirat.

Wallahu a'lam

Referensi: 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN