Mohon tunggu...
Andi Ansyori
Andi Ansyori Mohon Tunggu... advokat -

selalu ingin belajar, bersahabat, menambah pengetahuan " Tidak ada salahnya baik dengan orang " dan lebih senang mendalami masalah hukum

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Wajar Jika Telegram di Blokir

17 Juli 2017   18:04 Diperbarui: 17 Juli 2017   18:10 1454
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Masih menurut Kapolda , Enam orang terduga teroris yang tewas dalam kontak tembak dengan aparat kepolisian di Kota Tuban, Jawa Timur, diduga terkait kelompok Jemaah Ansharut Daulah, JAD.

"Yang jelas, ada kaitannya teroris, kelompok Jemaah Ansharut Daulah, JAD," ungkap Machfud Amin, saat ditanya wartawan tentang kepastian kaitan enam terduga pelaku penyerangan tersebut dengan kelompok teroris.

Masih terkait dengan teroris, berita teranyar seperti

Ada 400 eks napi teroris di Indonesia

Ledakan Bom di bandung , seorang pelaku berhasil dilumpuhkan

Sel sel tertorisme di Indonesia , makin sulit dideteksi

15 orang terduga ledakan bom di Samarinda

Dan masih banyak lagi.

Maka penulis kurang sependapat dengan Legislator fadli Zon. Yang berkeberatan dengan penutupan aplikasi Telegram. Dengan hancurnya Negara ISIS di Jazirah Arab, maka tidak tertutup kemungkinan pentolan pentolan isis akan mencari lahan baru diluar jazirah arab. Salah satunya yang sudah terjadi adalah paham Isis yang terdapat di Filipina Selatan. Tentu saja Indonesia sebagai negara Islam terbesar didunia dan selaku pengekspor Jihadis ISIS kedua di Jazirah Arab, Indonesia tidak akan lepas dari incaran ISIS.

Sebagaimana dideteksi pemerintah bahwa kelompok teroris Daulah Islamiyah Irak dan al-Syam (ISIS) terendus memanfaatkan Telegram termasuk ke Indonesia , untuk menyebarkan propaganda mereka, untuk menyebarluaskan pahamnya , mencari simpatisan dan merekrerut anggota baru ISIS dengan cara memanfaatkan aplikasi Telegram.

Faktanya indonesia menempati peringkat kedua di dunia dalam daftar jumlah jihadis asing yang bergabung dalam kelompok Daulah Islamiyah Irak dan al-Syam (ISIS) yang ditangkap di Turki.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun