Mohon tunggu...
Aflaha kirana
Aflaha kirana Mohon Tunggu... calm down. Think, than fell!

yOu may follow me in Instagram @aflah4na Learn abOut Life fOr the heReAfter.

Selanjutnya

Tutup

Love

Pesan Cinta Beda Generasi

6 Mei 2021   05:26 Diperbarui: 6 Mei 2021   05:25 50 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pesan Cinta Beda Generasi
picture by justbsmiling.com via pinterest

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

 

Bismillah, Dear lelaki special

Apa kabar ciptaan tuhan yang paling sempuna? Semoga baik-baik saja. Aku kirim pesan ini bukan dengan surat, karena aku ingin kau  tau kalau sekarang sudah bisa mengirim pesan via Handphone. Kenapa bukan surat? Karena aku ingin pesan ini lebih cepat sampai dan dibaca oleh mu. Kalau pakai surat, rasanya akan sangat lama. Sementara rindu sendiri sudah ingin berjumpa.  

Aku ingin cerita tentang kondisi saat ini. Sekarang ini, tentu sudah sangat berbeda dengan zaman mu dulu. Sekarang semuanya serba modern dan canggih. Aku tau zaman mu dulu sangat sulit saat ingin menyampaikan pesan atau berkabar, tapi sekarang dalam hitungan kedipan mata pun apa yang ingin kita sampaikan sudah terkirim. Sekalipun orang itu jauh dari kita. Sama seperti yang ku lakukan sekarang. Aku berharapnya pesan ini bukan hanya sampai dengan cepat, tapi juga didengar oleh mu.

Sudah lama sekali semenjak kau pergi dari sini, dan sudah selama itu aku dengan sikap bodoh ku melupakan mu. Tanpa mengingat setiap moment hebat dan menakjubkan yang kau buat. Sekarang, setelah menyesali dan sadar, aku hanya bisa menyebut nama mu tanpa melihat wajah mu yang sejuk dan damai. Akhir-akhir ini aku terkadang berdoa tentang mu, mengungkapkan kerinduan mendalam ku atas mu dan berharap bisa bertemu dengan mu, itu semua aku rundingkan dengan tuhan kita. Tuhan yang maha penyayang dan pengabul segala doa hambanya. Yah, aku rundingkan semuanya pada Allah. Hufft, aku harap ini bisa istiqomah dan berkepanjangan. Aku harap tidak akan berbalik lagi ke belakang. Aku harap aku akan terus ada dijalan kebaikan. Aku harap semua yang ku lakukan ini lillah. Aku senantiasa berharap bisa sampai dirumah terakhir dengan damai bersama orang-orang yang ku cintai, tentunya rumah yang setiap muslim dambakan. Bahkan sekalipun kita tidak pernah bertemu, aku selalu berdoa agar setidaknya aku akan melihat dirimu disana dan harapannya kau juga akan mengenali ku.

Aku tau kita dari generasi yang berbeda. Usia kita juga terpaut sangat jauh. Mustahil rasanya untuk bersama dengan mu. Aku tau sejak dulu sudah banyak yang menaruh hatinya pada mu. Jatuh cinta dengan sikap mu. Kau adalah dambaan semua orang. Pastinya sudah ada banyak orang yang menyatakan cintanya lebih dulu sebelum aku. Bahkan sudah banyak yang bukan sekedar omongan saja, mungkin banyak juga yang sudah memperlihatkan bukti cinta mereka untuk mu. Dibangdingkan dengan itu semua, aku pastinya sangat jauh. Menyatakan cinta hanya dengan seutas pesan tertulis, sudah pasti punya peluang yang paling sedikit dengan yang sudah dibuktikan dengan tindakan.

Bagaimana ini? Aku hanya ingin mengutarakannya saat ini. Bahwa kondisi hati ku beberapa saat ini sangat mendamba dan merindukan. Tapi juga malu dengan segala apa yang telah ku perbuat sebelumnya. Bagaimana saat kita bertemu nanti? Apakah pantas aku berdiri dibelakang mu? Apakah masih pantas aku menampakkan wajah ku dan berharap  aku menjadi bagian dari mu?

Hati ku tidak sekuat dan semurni hati mu. Aku bahkan masih ragu-ragu dalam banyak hal yang padahal sudah terlihat jelas itu bukan keburukan. Sesekali aku merindukan mu. Tapi sesekali hati ini kembali melupakan mu. Aku sendiri pun tak tahu harus apa aku, agar selalu mengingat diri mu. Aku hanya ingin kau dan moment-moment kala itu menetap di hati ku, sehingga aku tidak memikirkan hal lain yang membuat aku lupa dengan mu.

Maafkan aku.

Aku merasa tidak pantas dan tidak siap untuk berjumpa dengan Mu, meskipun rasa hati ku ingin sekali. Tapi tetap saja, setelah apa yang ku lakukan setelah kau mati-matian berjuang dan aku dengan ringan hatinya melupaka itu dan beralih ke haluan yang tidak jelas. Aku terlambat menyadari dan tau bahwa kamu begitu special bahkan di hati banyak orang. Sekarang aku baru tahu rasa cemburu yang sudah sangat sulit untuk dihilangkan. Seandainya aku mencintai mu lebih awal, memandang mu lebih awal dan tahu kamu bukan hanya dari nama. Mungkin, aku sudah ada di baris tengah orang-orang yang mencintai mu. Tapi sepertinya aku jauh dibelakang. Yang aku tahu pasti, dari rasa cemburu ini aku akan punya semangat untuk memperjuangkan cinta ku kembali. Sementara kau masih menunggu banyak cinta yang datang untuk mu, aku berharap bisa menjadi salah satunya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN