Mohon tunggu...
Anda Andaryas
Anda Andaryas Mohon Tunggu... Administrasi - Indonesia maju

Pantang nyerah

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

Pengaruh Tayangan Televisi terhadap Perilaku Anak

11 Desember 2019   19:18 Diperbarui: 11 Desember 2019   19:18 2454
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Media. Sumber ilustrasi: PIXABAY/Free-photos

Hampir semua orang dipenjuru dunia pun tahu tentang televisi dan bahkan hampir seluruh rumah memilikinya. Menonton televisi (TV) sudah merupakan kebiasaan sehari-hari bagi semua orang baik itu dari kalangan tua, muda, remaja maupun bagi anak-anak yang di bawah umur. Hingga jika ada waktu luang mereka hanya memanfaatkan waktu luang mereka untuk menonton televisi. Televisi memang telah mendunia, bahkan televisi berhasil menggeser peran radio.

Televisi merupakan salah satu media massa yang tergolong sebagai media elektronik yang telah berkembang sangat cepat dengan seiring perkembangan zaman ini, dahulunya televisii hanya memilki tampilan warna hitam-putih saja atau bisa dikatakan tidak brwarna dan stasiun televisinya pun hanya beberapa saja yang bisa ditayangkan, namun seiring dengan berkembannya teknologi, komunikasi dan informasi maka stasiun televisi kini sudah muncul berbagai tampilan siaran yang berwarna tidak seperti dulu lagi yang hanya berwarna hitam dan putih. Bahkan sekarang, stasiun televisi yang di tayangan sangat beragam tidak hanya seperti yang di indonesia seperti SCTV, INDOSIAR, RCTI, MNCTV, GLOBAL TV namun juga ada program siaran dari luar negri seperti HBO, FOX MOVIE,  yang disajikan dengan gambar dan tata suara yang baik yang menjadikan televisi sebagai sumber segala informasi, berita dan hiburan yang dibutuhkan kita. Namun televisi yang merupakan sarana hiburan, tampaknya memberikan berbagai dampak bagi kehidupan. Ada juga pengaruh buruk tayangan televisi terutama pada anak kecil dan remaja.

Kebanyakan pengguna televisi zaman sekarang adalah anak-anak di bawah umur. mereka berinteraksi dengan televisi secara pasif, bahkan sering kali mereka terhanyut dan terpaku dalam menikmati tayangan yang ada di televisi, apalagi sekarang banyak acara-acara yang ditayangkan tidak sesuai dengan waktunya dan bersifat kurang mendidik dan hanya semata-mata bersifat hiburan, padahal tugas KPI salah satunya adalah menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan Hak Asasi Manusia (HAM) dan buktinya, acara-acara yang di tayangkan di stasiun televisi ini sudah tidak memberikan informasi yang benar dan kebanyakan hanya bersifat menghibur. Hal tersebut tentu saja menimbulkan efek negatif bagi si anak.

Efek negatif menonton acara televisi zaman sekarang :

1.       1. Mendorong anak mendapatkan dan mencapai sesuatu selekas mungkin (instantly)

Seperti yang di tayangkan pada film-film sekarang terutama sinetron, ada yang  berperan sebagai orang jahat (antagonis) atau sebagai anak yang durhaka yang tidak patuh pada orang tua, jika ingin sesuatu ia akan meminta kepada orag tuanya dan harus mendapatkan sesuatu yang di inginkan dengan secepat mungkin jika tidak di berikan ia akan merajuk.

2.   2.    Mendorong anak kurang menghargai proses

televisi memberondong anak dengan berbagai macam hiburan, kejadian pada momen-momen tertentu, pribadi-pribadi yang digandrungi, yang semua itu didapatkan dengan tanpa harus bersusah payah. Ini mendorong anak untuk kurang menghargai proses ini, bahkan dapat menimbulkan kecenderungan ingin mendapatkan sesuatu lewat jalan pintas

3.   3.    Kurang dapat membedakan khayalan dengan kenyataan

Kemampuan berpikir anak yang masih amat sederhana, memungkinkan anak cenderung menganggap apa saja yang ada di layar televisi adalah sesuatu hal yang nyata.

4.   4.    Mengajarkan anak perilaku kekerasan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun