Mohon tunggu...
anas
anas Mohon Tunggu... Hanyalah manusia bumi, yang sedang membumikan minat membaca

Ruang Bercerita.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Menanti Pandemi Berakhir

26 Oktober 2020   22:50 Diperbarui: 27 Oktober 2020   08:28 11 0 0 Mohon Tunggu...

Pandemi covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Sejak kasus positif pertama kali diumumkan presiden Joko Widodo pada tanggal 2 maret 2020, hingga kini telah mencapai 373.109. jumlah tersebut menjadi jumlah tertinggi di wilayah asia tenggara. Pertambahan kasus yang mencapai ribuan setiap harinya membuat keadaan pandemi semakin tidak menentu.

 Kasus covid pertama di china pada akhir 2019. Wabah merebak hingga ke seluruh dunia. Tentu ini adalah ujian yang dialami oleh umat manusia di seluruh dunia. Perpindahan virus dari hewan ke manusia ini adalah sebagai pengingat bahwa lingkungan sedang tidak baik.

Dalam islam pandemi  disebut dengan thou'n. Sebuah wabah diciptakan untuk menguji ataupun azab yang diberikan Allah Swt. Tentu sebagai umat yang beriman perlu mengedepankan ilmu pengetahuan dibanding prasangka yang belum dapat dibuktikan.

Peneliti mengungkapkan, bahwa virus berasal dari hewan yang bernama "pangolin".  Pangolin ialah seekor hewan bersisik mirip armandilo. Dalam tubuh pangolin memiliki struktur RBD yang hampir sama dengan virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19. Demikian menurut K.G. Andersen, A. Rambaut, W.I. Lipkin, E.C. Holmes, dan R.F. Garry dalam artikel berjudul "The proximal origin of SARS-CoV-2" di jurnal Nature Medicine.

Beberapa penelitian menyebutkan penularan virus ini melalui air liur dan masuk ke dalam rongga hidung,mata dan mulut. Untuk mengurangi penularan tersebut perlu adanya proteksi diantara masyarakat. Pemerintah telah menghimbau dengan gerakan 3M: Pakai Masker, Menjaga jarak, dan mencuci tangan. Hal ini juga berlaku dalam ranah peribadatan.

Dalam ibadah tentu nabi Muhammad telah memberi contoh secara perkataan dan tindakan. Namun pada masa pandemi,tentu tak dapat dilaksanakan secara tuntutan nabi. Maka pada prinsipnya kembali ke qowaidul fiqhiyah bahwa ibadah itu tidak berbahaya dan tidak membahayakan. Maka dengan ini dapat diterapkan sesuai protokol kesehatan.

Pandemi bukanlah hal yang baru. Pada zaman khalifah umar bin khotob pernah terjadi pandemi ketika hendak dibukanya negeri syam. Kisah tersebut tercantum pada riwayat sebagai berikut.Setelah bermusyawarah dengan para sahabat, beliau memutuskan untuk kembali ke Madinah dan membatalkan kunjungan ke Syria. 

Sempat terjadi diskusi beliau dan Jenderal Abu 'Ubaydah yangberkata, "Apakah kita lari dari takdir Allah?" Maka Khalifah Umar menjawab:"Benar, kita lari dari takdir Allah yang satu menuju takdir Allah yang lain (na'am, nafi - rru min qadarillah ila qadarillah). Bukankah jika engkau menggembala unta akan memilih  tanah  yang subur daripada tanah yang kering tandus?" Argumentasi tersebut berakhir tatkala 'Abdurrahman bin 'Awf muncul seraya berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: "Jika kalian mendengar wabah penyakit melanda suatu negeri, janganlah kalian memasukinya. Dan jika kalian berada di dalam negeri itu, jangan kalian keluar untuk lari daripadanya."(HR. Bukhari).

Riwayat diatas secara jelas menerangkan solusi mengatasi pandemi. Begitu pula pada sebuah hadist Ma'anzalallahu daa an, illa anzala lahu syifaan," (HR. Bukhori), artinya "Allah tidak akan menurunkan satu penyakit kecuali Allah turunkan juga obatnya". Hadis ini tentu menjadi sebuah motivasi bagi masyarakat maupun peneliti untuk selalu optimis dalam menghadapi pandemi yang sedang terjadi.

Beberapa publik figure menyatakan bahwa pandemi sebuah konspirasi. Hal konspirasi ini sedang ramai di kalangan masyarakat. Hal tersebut membuat Ada yang menyatakan buatan china, dibuat oleh bill gate dan masih banyak lagi. Namun pada prinsipnya,sebagai mukmin tidak diperbolehkan untuk berprasangka buruk. Maka mari kita mengajak masyarakat untuk selalu menjaga diri supaya terhindar dari virus corona.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x