Mohon tunggu...
Anmust
Anmust Mohon Tunggu... Lainnya - Orang pinggiran menulis

Mungkin menulis adalah jalan kedua setelah hidup.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Rekonstruksi Cinta dalam Kehidupan

26 September 2022   18:34 Diperbarui: 26 September 2022   18:34 106 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

"Cinta mengubah kekasaran menjadi kelembutan, mengubah orang tak berpendirian menjadi teguh berpendirian, mengubah pengecut menjadi pemberani, mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan, dan cinta membawa perubahan-perubahan bagi siang dan malam". - Rumi

Sejak lahir, sebagai Khalifah di muka bumi kita dibentuk atas dasar cinta. Sebagai mana mestinya, cinta merupakan alasan atas penciptaan manusia dan alam semesta beserta seluruhnya. Rekonstruksi Cinta begitu mendalam ketika kita mencoba menguraikannya menjadi benang-benang kecil untuk terlihat.

Serinci apapun kita menjelaskan rekonstruksi cinta. Bagaimana cara kerja cinta?. Apa itu cinta?. Dan mengapa banyak hal yang menjadi luar biasa ketika kita menanamkan cinta. Cinta datang secara spontan tanpa perlu susunan alasan. Semacam konsep-konsep yang tidak mudah digambarkan secara tepat, namun mengajak kita untuk mengalaminya secara langsung.

Bila kita membicarakan rekonstruksi Cinta. Cinta seperti bangun dari "bahasa diam" ke "bahasa diam". Sebab bahasa atau pelalafalan tidak pernah cukup dan cakap membicarakannya. Namun begitu cinta tidak akan sirna hanya disebabkan ketidakmampuan atau cacatnya  pengungkapan.

Seorang ibu mengandung selama sembilan bulan. Bila tak ada cinta didalam hatinya apa yang mungkin akan terjadi. Calon ibu mungkin akan lebih memilih aborsi dari pada menahan rasa tak tertanggungkan apalagi teknologi menjanjikan aborsi makin aman. Hal itu cukup jelas bahwa setiap jiwa yang dilahirkan dalam asuhan cinta. Cinta membawa ibu membantu anak tumbuh mandiri.

Dari ilustrasi di atas sudah jelas bahwa awal dari cinta yaitu membiarkan bahkan membantu orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak mengubah menjadi gambaran apa yang kita inginkan. Begitulah hebatnya cinta hadir jauh sebelum kita belajar dan memiliki logika atau paham paham bahasa.

Cinta pada dasarnya bukan hanya hubungan pada satu orang tertentu. Cinta adalah sebuah sikap, sebuah orientasi karakter yang menentukan hubungan seseorang dengan dunia secara keseluruhan, bukan hanya pada satu objek. Namun jika seseorang hanya mencintai satu orang dan melupakan cinta seluruh manusia artinya bukan cinta sejati. Jangan-jangan hanya egoisme yang tumbuh.

Guna memahami cinta diperlukan perspektif yang sangat luas. Sebagai mana halnya kaitan antara cinta dan nafsu. Sekilas dari luar, hampir tampaknya Cinta tidak terbedakan dengan nafsu, padahal keduanya begitu berbeda. Sebab cinta adalah tentang memberi sedangkan nafsu tentang memuaskan diri.

Nafsu tidak dengan sendirinya terlihat buruk. Justru merupakan sumber energi atau bagian yang penting dari kelangsungan dan kegairahan hidup. Contoh, jika tidak ada nafsu berahi, proses regenerasi tidak akan berlangsung wajar. Jika tidak ada nafsu tidur, kita susah memperbarui metabolisme. Tanpa nafsu kehidupan akan kehilangan warna dan segera lenyap mengerikan.

Nafsu bekerja pada sistem emosional (secara fisiologis terdapat pada amygdala dalam otak) yang dapat bereaksi sendiri maupun berkoordinasi dengan sistem intelektual (terdapat pada neocortex). 

Menurut Joseph Doux  pesan yang melalui indra kita mula-mula dicatat oleh amygdala (struktur otak yang paling banyak terlibat dalam kenangan emosional) sebelum masuk ke dalam neocortex. Amygdala adalah spesialis persoalan emosional. Tanpa amygdala sebagai contoh, tidak akan perasaan cinta, dan atau air mata sedih maupun bahagia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan