Mohon tunggu...
Muhamad Zainudin
Muhamad Zainudin Mohon Tunggu... -

Anak Mama

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Puisi | "Malming" di Pernikahan Mantan

15 April 2018   00:16 Diperbarui: 15 April 2018   00:38 2148
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Siapa tak tertegun oleh sobekan kertas putih yang terhimpit keganjalan

Malayang mata hingga terjaga di keheningan malam yang memanggang perasaan

Kekasih Hati yang pernah dipuja memutus lanjaran asa di pesta perkawinannya

Sebuah simpul nan erat berlalu menghempas dan terlepas dengan kenyataan dalam senyap

Manis wajahnya disapu oleh bedak tebal 

Jemarinya terikat oleh perhubungan

Aku meratap,tapi ratapku bercampur pucat juga keriangan

Pipi tembem itu bergulir ditangan jejaka lainnya 

Lalu apa guna khayalan tingkat dewa bila cinta ini berbalik ke pangkuan orang

Malam Minggu bercengkrama bersama jiwa manusia di bawah tenda biru tak jarang menunggu

Langit dan rembulan menyukai bintang yang berkedip padanya 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun