Mohon tunggu...
Hayatun nisa
Hayatun nisa Mohon Tunggu... Hayatun nisa

Nama saya Hayatun Nisa Mahasiswi Universitas Negeri Padang Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Tulisan ini saya buat bersama teman-teman saya 1. Ajruni Fadhilah 2. Sintia Hana Vilensi 3. Resti Febri Novita Dosen pembimbing: Dr. Tressyalina S.Pd., M.Pd

Selanjutnya

Tutup

Bahasa

Budaya Barat yang Menggerogoti Bahasa Indonesia

1 Desember 2019   15:19 Diperbarui: 1 Desember 2019   15:23 0 0 0 Mohon Tunggu...

Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan negara Indonesia. Hal ini disepakati saat sumpah pemuda diselengarakan. Bahasa ini merupakan bahasa yang menjadi ciri khas bagi masyrakat Indonesia. Karena seluruh warga masyarakatnya menggunakan bahasa tersebut untuk saling berinteraksi. Dimanapun wilayahnya di Indonesia warga masyrakat akan mempelajari bahasa tersebut. Walaupun bahasa Indonesia digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, hal tersebut bukan berarti bahasa Indonesia tidak dapat dipengaruhi, atau bahkan hilang nantinya.

Saat ini, penggunaan bahasa Indonesia mulai dipengaruhi oleh budaya barat, seperti bahasa Inggris. Hal ini dapat dilihat pada acara-acara yang ditayangkan di stasiun televisi nasional.

Berikut ini 10 acara TV yang judulnya mengunakan bahasa inggris.

No
Judul Acara
Tahun tayang
Saluran TV

1
Coffee Break
2014-sekarang
tvOne

2
Good Afternoon
2014-sekarang
NET

3
Ini Talkshow
2014-sekarang
NET

4
Intermezzo
2016-sekarang
iNews TV

5
Primetime Show
2016-sekarang
iNews TV

6
Talk to iNews
2015-sekarang
iNews TV

7
Tonight Show
2013-sekarang
NET

8
MNC Shop
2016-sekarang
RCTI

9
On the spot
2008-sekarang
Trans 7

10
Hot Shot
2000-sekarang
SCTV

Pada hakikatnya penulisan judul berita tersebut tidaklah salah, namun dikarenakan secara perlahan bisa menghilangakan identitas negara Indonesia sendiri, maka itu menjadi sebuah permasalahan. Jika acara di stasiun televisi nasional saja sudah memakai budaya barat, dimana lagi kita menemukan ciri khas Indonesia?

Penulisan judul berita mengunakan bahasa inggris pasti ada penyebabnya, memang saya tidak pernah menanyakan secara langsung kepada orang yang membuat judul acara tersebut. Tapi menurut saya salah satu penyebabnya adalah masyarakat Indonesia cenderung lebih tertarik dengan bahasa Inggris dari pada bahasa Indonesia.

Faktor lain yang memicu bahasa Indonesia di gerogoti oleh bahasa asing adalah, banyaknya tempat les untuk bahasa asing. Hingga saat sekarang ini saya belum pernah menemukan tempat les yang disedikan untuk belajar bahasa Indonesia bagi anak sekolah, kecuali orang asing yang ingin belajar bahasa Indonesia. Para siswa dan orang tua cenderung menganggap bahwa les bahasa inggris jauh lebih penting dibandingkan dengan les bahasa Indonesia.

Sebagai warga yang mencintai negaranya, kita harus menumbuhkan kesadaran pada diri masing-masing dalam menggunkakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dan tidak mencampur aduk bahasa asing dengan bahasa Indonesia. Selain itu kita harus berusaha mencintai bahasa Indonesia, karena banyak warga negara asing yang ingin mempelajari keunikan bahasa Indonesia tapi tidak dapat mempelajarinya

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x