Mohon tunggu...
Amyumarzel Amin Amin
Amyumarzel Amin Amin Mohon Tunggu...

Berusaha Menyuarakan Kebenaran Hakiki

Selanjutnya

Tutup

Politik

SYIAH atau AS/Yahudi?

9 April 2015   13:50 Diperbarui: 17 Juni 2015   08:20 318 0 4 Mohon Tunggu...

RENUNGANKU TENTANG SYI’AH

Assalamualaikum WW. Para Ulama yang saya muliakan.

Saya 1001% sangat setuju dengan ulama. Ajaran yang hakikatnya sesat, memang harus dinyatakan sesat. Tidak boleh ada kata atau kalimat terselubung yang bertujuan mengaburkan kesesatannya. Apalagi jika nyata2 bertentangan dengan prinsip dasar syariah. Semuanya akan dipertanggungjawabkan nanti. Terus terang saya katakan, saya sangat anti Ahmadiyah dan sangat membenci Islam Liberal. Walau rata-rata pentolan mereka bergelar profesor doktor, referensi pemikirannya barat, lulusan luar negeri, segudang penghargaan dan pujian AS/Yahudi yang mereka terima, sedikitpun saya tak kagum dengan mereka.

Tapi, khusus tentang Syiah, saya ingin memberikan pandangan (“mungkin” pertanyaan). Pandangan ini bukan dari sisi syariat tapi motive-nya. Dan ini bukan bermakna saya Syiah.

Para Ulama yml. Bila kita menelaah Islam Syiah, di dunia nyata/maya, elektronik/cetak, penjelasan lisan, teks, gambar, video, testimoni, di warung kopi, mesjid atau forum-forum, dari orang awam, ulama atau pengamat, semuanya sungguh mengerikan. Boleh dikata dari sudut pandang Ahlussunnah Wal Jamaah (Sunni) aliran Syiah ini tak satupun lagi yang benar menurut “Al-Quran dan As-Sunnah”. Apalagi ritual, ibadah, referensi, kitab, fatwa, pemikiran, pokoknya semua, sudah dipublikasikan oleh bejibun media asing dengan nuansa “setan” serta di copy paste oleh media Islam dalam/luar negeri. Super lengkaplah gambaran kesesatan Islam Syiah ini.

Ditambah pula ada sebuah kecenderungan, semakin banyak ke-antipatian terhadap Syiah, semakin banyak, marak dan beragam pula “pernak-pernik”Syiah yang bermunculan. Mulai dari tokoh, seminar, media (majalah, buku, website, blog, TV), film, menteri dan pajabat, pemberontakan Syiah, bantuan dari Iran, bahkan kedatangan kapal perang Iran. Yang jelas dan pasti, semua pernak-pernik tersebut didesign dan dicitrakan sedemikian rupa agar emosional pihak Ahlus Sunnah Waljamaah (Sunni) semakin terpancing dengan kesesatan Syiah.

Walau saya pribadi “sedikit” telah membaca, melihat dan mendapat penjelasan dari ulama dengan dalil Al-Quran dan As-Sunnah shahih, tetap saja menimbulkan pertanyaan, “apakah Islam Syiah yang digambarkan itu realitas hakiki, atau sebuah kebohongan yang diskenario, atau kenyataan yang dimanipulasi dan didramatisir demi sebuah tujuan ?”.

Kenapa saya bertanya seperti ini ? Ada beberapa hal yang mendasari :

1.Dijagad ini banyak negara Islam atau penduduknya mayoritas Islam, dan sangat kaya dengan Sumber Daya Alam. Dari sekian banyak negara Islam tersebut, pemimpinnya yang berani anti AS/Yahudi adalah Afghanistan, Irak dan Iran. Tapi pada akhirnya, Afghanistan hancur lebur dikeroyok AS setelah sebelumnya dibentuk opini “terorisme dan Osama Bin Laden”. Begitu pula Irak, hancur berantakan dikeroyok koalisi lewat justifikasi opini “senjata pemusnah masal”. Negara Islam seperti Mesir, Suriah yang mendapat pemimpin “pro Islam” dan mau memperlihatkan sedikit taringnya ke Israel juga dihancurkan lewat pembentukan opini “demokrasi/HAM”. Sedangkan negara Islam seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Turki, Pakistan bersahabat kental dan begitu patuh dikendalikan AS.

Sedangkan pemimpin Islam Iran, semuanya mengambil sikap frontal dengan AS. Ketidak setujuannya dengan kebijakan AS/Yahudi disuarakannya dengan lantang di forum Internasional. Bukan hanya itu, pemimpin Iran juga terang-terangan menentang pemimpin negara Islam lain yang terlalu menghamba ke AS/Yahudi.

2.Sama dengan ISIS, hampir semua informasi tentang Syiah awalnya bersumber dari media kafir asing, dibantu oleh media kafir dalam negeri dan dijadikan data (eferensi) oleh media Islam.

3.Dari sisi tehnologi dan kekuatan persenjataan, Iran termasuk berpotensi untuk maju, kuat dan mandiri dibanding negara Islam lain.

4.Negara Islam lain “berkiblat” ke AS sedangkan Iran berkiblat ke musuh laten AS yakni Sovyet.

5.Dari sisi sentimen keagamaan, kelompok syiah jauh lebih kuat dan kental dibanding kelompok lain termasuk Sunni.

6.Negara-negara Islam dan negara mayoritas berpenduduk muslim, seluruhnya kaya dengan Sumber Daya Alam.

7.Berbeda dengan negara Islam lain, Iran dianggap negara yang paling memberi ancaman terhadap kepentingan AS/Yahudi khususnya dikawasan Timur Tengah.

Oleh sebab itu, apakah tidak mungkin : penyebaran berita, gambar, video, testimoni, buku, kitab, majalah, website, blog, dan sejenisnya, atau isu tentang pendanaan terhadap organisasi terlarang, atau membantu pemberontakan di negara lain, yang berasal dari Iran, atau Isu tentang pengembangan senjata nuklir oleh Iran, atau isu tentang pelanggaran HAM, dan isu-isu lainnya yang begitu “cepat, marak, vulgar dan kontiniu”.....semuanya adalah skenario AS/Yahudi ? Dan merupakan rangkaian strategi tak terpisahkan satu sama lain ?

Tujuannya agar :

1.Mahzab Syiah semakin ditolak, ditentang bahkan diharamkan dan dikafirkan oleh umat/mahzab lain

2.Akibat penolakan aliran Syiah, negara Islam Iran dimusuhi dan dikucilkan oleh negara/umat muslim dan umat/negara non muslim.

3.Antara umat Islam, organisasi/lembaga Islam, mahzab dan antara negara Islam saling berbenturan, saling mengkafirkan, saling menghalalkan darah dan akhirnya saling berperang.

Penyerangan negara Afghanistan dan Irak adalah bukti tak terbantahkan. Begitu efektifnya opini/fitnah/rekayasa yang dibentuk AS/Yahudi sehingga tak satupun umat dan pemimpin Islam yang tak percaya. Boleh dikata semuanya haqqul yaqin dan bahkan pro aktif membantu AS/Yahudi. Tapi setelah Afghanistan dan Irak hancur, pemimpinnya di bunuh, jutaan umat Islam negara tsb mati terbantai, namun fitnah yang disangkakan satupun tak terbukti. Apakah negara Islam yang ikut andil penghancuran negara tsb menyesal ?. Tidak, sama sekali tidak. Bahkan mereka semakin lengket bersahabat dengan AS dan makin terpukau oleh opini/fitnah selanjutnya yang diciptakan musuh sesungguhnya.

Karena itu kembali saya mengulang pertanyaan, “apakah kasus Syiah ini realita atau rekayasa AS/Yahudi ?”. Wallahualam. Tapi bagi saya nuansa rekayasa jauh lebih kuat. Dan saya memiliki keyakinan seandainya isu/opini/fitnah/rekayasa Syiah ini berhasil, negara Republik Islam Iran berhasil dilumpuhkan (apakah oleh invasi koalisi AS/Yahudi atau oleh serangan negara Islam lain), maka isu berikutnya “pasti” akan diarahkan ke mahzab Ahlul Sunnah Wal Jamaah (Sunni). Seluruh “kesesatan” yang juga ada dlm aliran Sunni akan didramatisir /dimanipulasi/direkayasa sedemikian rupa kemudian propagandakan. Perbedaan keyakinan umat, kelompok, organisasi akan dipertajam, saling dibenturkan, dan jika bisa saling bereperang. Tujuannya untuk melumpuhkan negara Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, dll. Sehingga pada akhirnya seluruh negara-negara Islam atau negara yang mayoritas berpenduduk Islam bisa dikuasai dan dikendalikan secara totalitas oleh AS/Yahudi.

Oleh karena itu sampai detik ini saya pribadi berada dalam posisi “tanda tanya besar” dengan beragam isu yang menerpa umat Islam baik dalam negeri maupun luar negeri. Saya prihatin dengan pendapat dan action kilat yang diambil oleh para tokoh, organisasi atau negara berkaitan dengan isu Afghanistan, Irak, Mesir, Libiya, Syiah, Yaman, ISIS, jihad, terorisme, dsb. Saya miris melihat koalisi Arab Saudi begitu gagahnya menyerang Yaman. Akhirnya musuh sesungguhnya yang merancang semua ini bertepuk tangan tertawa terpingkal-pingkal melihat sesama umat Islam saling membantai seperti berita berikut ini : http://www.tempo.co/read/news/2015/04/01/116654533/AS-Sanjung-Koalisi-Arab-Saudi-Serang-Houthi-di-Yaman. Kenapa moncong pesawat tempurnya tidak diarahkan ke Israel ?

Oleh sebab itu (maaf) saya menghimbau kepada “mereka yang menganggap dirinya berkuasa”, kepada para ulama, tokoh Islam dan umat Islam, ekstra hati-hatilah dalam membuat keputusan dan tindakan tentang segala isu yang menerpa umat, lembaga, organisasi atau negara Islam. Saya sangat setuju dengan salah satu tulisan ust. Hartono Ahmad Jaiz.”Dahsyatnya Siksa Neraka bagi Pembela Aliran Sesat” (http://panjimas.net/nahi-munkar/2015/03/05/dahsyatnya-siksa-neraka-bagi-pembela-aliran-sesat/), tapi kita juga harus menyadari, betapa dahsyatnya pula siksa Neraka akibat kebodohan kita yang begitu mudahnyadigiring oleh opini musuh Islam yang akhirnya men-zhalimi saudara kita lain. Padahal Allah SWT sekian ribu tahun yang lalu sudah mengingatkan : : “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti ..............(QS 49:6)”.

Sekali lagi maaf. Kebenaran mutlak hanya milik Allah dan Rasulullah.Wassalam

VIDEO PILIHAN