Mohon tunggu...
Muh. Rizqi Mesya
Muh. Rizqi Mesya Mohon Tunggu... Amrinfjr

Maju terus pantang mundur

Selanjutnya

Tutup

Media

Nilai Literasi Media di Kalangan Masyarakat

22 Mei 2019   19:46 Diperbarui: 22 Mei 2019   20:38 0 0 0 Mohon Tunggu...

Sejak terbukanya kebebasan informasi dan teknologi media, pertumbuhan media massa dan media baru mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Media komunikasi yang telah bermetamorfosis menjadi media digital itu perkembangannya semakin beragam, lebih gampangnya direpresentasikan oleh pertumbuhan smartphone Android dan sejenisnya.

Dewasa ini penetrasi berbagai jenis media tersebut telah merambah ke berbagai kalangan dan komunitas di masyarakat tanpa membedakan strata sosial dan ekonomi . Penggunaan media komunikasi smartphone dan sejenisnya telah bergeser menjadi gaya hidup masyarakat tertentu bahwa dalam kalangan masyarakat terus berfokus pada Smartphonenya seakan akan Smartphone adalah suatu hal yang terpenting dalam kehididupan yang terdapat pada dirinya sendiri.

Dalam konteks ini dapat dianalogikan bahwa dalam teknologi media telah mengambil bagian dari peran - peran tertentu di masyarakat. Seiring dengan berkembangnya teknologi komunikasi tentu ada beberapa konsekuensi, baik yang berkonotasi positif maupun negatif atas pengaruh terhadap penggunaan teknologi media komunikasi itu. Mediapun juga berpengaruh terhadap budaya khalayak dengan ragam cara. Maka tidak heran jika kehidupan masyarakat kita saat ini tidak bisa terpisahkan oleh kehadiran teknologi media komunikasi.

Tekanan itu semakin inten ketika "media saling berlomba-lomba" dalam memberikan layanan informasi kepada konsumennya yang dimana dapat memberikan layanan yang tepat dan memberikan segala informasi yang mudah dicerna dan dapat diapahami secara real terhadap masyarakat dalam pepentuan  nilai media yang layak mempertontonkan layanan informasinya.

Tingginya penetrasi media komunikasi juga itu dampaknya semakin sulit terkontrol dikarenakan banyak media yang salah memberikan informasi yang belum tentu benar adanya yang bisa dikatakan sebagai berita Hoax yang tidak jelas dari mana asal usul informasi tersebut dan dalam layan informasi banyak lebih mementingkan suatu layanan hiburan di banting mementingkan informasi berita yang actual dalam literasi media Ketimpangan yang ada dalam pikiran masyarakat sekarang ini hanya terus melihat informasi saja tanpa memperdayakan bagaimana pemahaman informasi tersebut dan seperti apa makna dari berita itu semua.

Disnilah kita perlu meningkat suatu pemikiran seseorang bahwa inforamsi sangatlah penting di kalangan sosial masyarakat ini karna berita tersebut menilai bagaimana kondisi masyarakat dalam meklihat hal positif maupun hal negative yang memberikan pemahaman yang tepat terhadap seseorang dan apa saja permasalahan yang terjadi agar tidak terjadi berulang ulang kali apa bila  informasi tersebut mengandung hal criminal namun apabila berita mengandung hal yang positif itu layak patut di contoh dan dapat memotivasikan diri kita untuk menjadi sosok yang lebih baik dan lebih berakal sehat. .Namun kini konsumen tidak sekedar mendapatkan informasi, pengetahuan, dan hiburan, tetapi bisa berinteraktif langsung.

Pada saat yang sama media menanamkan nilai ideologi baru berupa gaya hidup, budaya konsumerime dan model peniruan sikap dan perilaku para artis/actor tertentu yang dipopulerkan media dan inilah yang dapat merusak pemikiran seseorang dalam melihat hiburan sinetron yang kebnyakan melihat suatu jeadian seseorang tan melihat apa isi dari hiburan tersebut dan apa makna di balik itu semua. Konsumenpun terpana dengan hal hiburan sehingga lupa dalam melihat informasi yang nyata dan real.  Maka dari itu sudah waktunya penetrasi media yang semakin gencar dan bebas harus diimbangi dengan literasi media sebagai budaya tangkal atas dampak negative media. Disamping itu literasi media juga bertujuan untuk melindungi konsumen yang rentan dan lemah terhadap dampak media penetrasi budaya media baru. Bisa jadi progres literasi media didasarkan pada semakin pesatnya suatu gempuran informasi media yang  tidak di-imbangi dengan kecakapan mengkonsumsinya agar media tersebut dapat di cernah dengan baik.

Maka dibutuhkanlah budaya baru dalam mengkonsumsi media secara sehat. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, maka literasi media juga berlaku pada konsumen media on-line, atau media baru yang tersebar melalui jejaring internet namun perlu kita mengriset segala informasi yang ada bahwa kitapun perlu mengetahui yang mana berita yang layak kita ketahui dan tidak salah melihat berita agar tak sampai terkena berita yang dapat menipu kita sendiri yang dapat diakatakan sebagai berita Hoax.  Literasi media tentu tidak bisa berjalan dengan baik tanpa peran serta masyarakat.

Peran itu dapat berupa individu, komunitas, kelompok, dan budaya lokal setempat. Peran individu lebih di fokuskan pada bimbingan orang tua sebagai kepala keluarga atas konsumsi media di lingkungannya. Demikian juga pengawasan di komunitas, kelompok masyarakat tertentu yang peduli terhadap perkembangan konvergensi media, serta pemberdayaan kearifan lokal yang berkembang di komunitas masyarakat.


Salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran media literasi adalah dengan melalui komunikasi keluarga, karena keluarga merupakan unit terkecil tempat bersosialisasi dengan harmonis dan seksama. Peran ini terutama akan banyak diambil oleh Ibu Rumah Tangga karna seorang ibulah yang dapat mengendalikan keharmonisan keluarga dan dapat menyentuh hati dalam perasaan yang baik dalam kekeluargaannya. Mendidik ibu rumah tangga pedesaan untuk "melek" media penting untuk dilakukan untuk membuka wawasan mereka tentang hak masyarakat terhadap media, bentuk-bentuk literasi, dan fungsi media bagi kehidupan sosial. Namun, untuk mencapai hal tersebut ibu rumah tangga perlu didampingi dalam meliterasi tayangan TV karena perlu peningkatan pemahaman tentang hak masyarakat terhadap tayangan TV.

Muh. Rizqi Mesya

Universitas Negeri Makassar