Lihat ke Halaman Asli

Zabidi Mutiullah

TERVERIFIKASI

Concern pada soal etika sosial politik

Pertimbangan PAN Capreskan Ganjar Bagai Semut Tarung Lawan Gajah

Diperbarui: 27 Desember 2022   17:29

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Pertimbangan Ganjar Jadi Capres, Sumber Foto CNN Indonesia.

Ada perkembangan terbaru dalam konteks pilpres 2024. Datang dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas. Saat digelar acara peluncuran bakal caleg di Semarang tanggal 02/12/2022 kemarin, Zulhas kasih pernyataan tertulis. Yang paling menarik dari pernyataan itu, PAN mempertimbangkan usulan untuk capreskan Ganjar Pranowo. Alasannya, Gubernur Jateng ini selalu menempati urut teratas hasil sejumlah lembaga survei.

Meski baru sebatas pertimbangan, namun cukup dekat akan jadi keputusan. Setidaknya karena dua faktor. Pertama, hingga saat ini PAN belum punya calon yang cukup kuat, termasuk Pak Zulhas sendiri sebagai Ketua Umum, untuk ditarungkan secara “adu banteng” lawan kandidat lain. Terutama capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto dan jagoan Nasdem Anies Baswedan.

Kedua, beberapa daerah sudah ada yang mengajukan aspirasi ke DPP PAN. Agar partai peninggalan Amies Rais, dimana beliaunya sekarang dalam posisi “ngambek” bentuk parpol sendiri bernama Partai Umat, mencapreskan Ganjar Pranowo. Adalah DPW PAN Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur yang sudah mendeklarasikan diri arahkan dukungan pada Ganjar.

Bagi saya dan bisa jadi pula sebagian dari anda para pembaca, pernyataan tertulis Zulhas adalah hal biasa. Mengapa, karena pembicaraan soal dukungan para elit PAN kepada Ganjar memang sudah mengemuka jauh hari sebelumnya. Cuma ketika itu baru sebatas wacana. Disampaikan secara tak resmi pula dalam suasana non formal. Kalau yang disampaikan Zulhas sekarang, jelas forum resmi. Atas nama lembaga lagi.

Tapi bagi Bu Mega dkk, pernyataan tertulis Zulhas mungkin ibarat dada kena bogem. Yang bisa jadi amat menyesakkan. Lha bagaimana tidak. Ganjar merupakan kader PDIP murni. Asli 24 karat. Sejak awal masuk politik lepas kuliah, ya langsung pilih partai moncong putih. Otomatis, pendidikan kader yang diterima Ganjar, murni ideologi PDIP. Tak bercampur materi partai lain.

Sekarang, dengan gampangnya PAN ingin ambil Ganjar. Padahal, tak ikut cawe-cawe kerepotan mendidik yang bersangkutan. Terlebih, soal keputusan nyapres atau tidak bagi seorang kader PDIP, sesuai amanat kongres ditentukan oleh Bu Mega. Bukan oleh kader lain. Meskipun merupakan elit pengurus PDIP. Apalagi oleh partai sebelah macam PAN “milik” Zulkifli Hasan.

Ditambah lagi, kuat dugaan PDIP akan mencapreskan Puan Maharani. Putri Mahkota yang sejak awal memang dikader jadi generasi penerus Megawati. Baik di lingkungan PDIP maupun di pemerintahan. Melanjutkan tradisi keturunan Soekarno sebagai salah satu dari beberapa tokoh pendiri bangsa. Dengan demikian, sebagai capres kedudukan Ganjar tak ada apa-apanya dibanding Puan.

Naah, sudah tahu begitu, kok bisa-bisanya PAN berani  sebut Ganjar sebagai pertimbangan untuk di capreskan. Secara terang-terangan pula. Tanpa permisi atau kulo nuwun kepada PDIP. Sebagai partai yang punya kuasa penuh atas nasib Ganjar. Kelihatan PAN main terobos saja. Seakan-akan tak mengindahkan ketentuan internal PDIP. Ini sama saja ngajak perang.

Padahal, PAN tergolong partai gurem. Posisinya ada di papan bawah klasemen. Saat gelaran pileg 2019, hanya dapat sebanyak 6.84 persen. Atau setara konversi jumlah suara 9 juta sekian. Menempati ranking ke-8 dari 9 parpol yang lolos parlemen threshold. Jika diukur pakai syarat minimal 4 persen, nyaris tak mampu menempatkan kadernya sebagai anggota legislatif.

Sebaliknya, PDIP merupakan partai besar. Posisinya di papan atas klasemen. Pada pemilu 2019, dipilih rakyat jauh melebihi yang diperoleh PAN. PDIP mendapatkan suara sebanyak 19.33 persen. Atau setara 27 juta lebih. Menempati ranking ke-1 dari 9 parpol yang lolos parlemen threshold. Partai milik Bu Mega ini sukses menempatkan kadernya sebanyak 128 orang di DPR RI.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline