Lihat ke Halaman Asli

Zabidi Mutiullah

TERVERIFIKASI

Concern pada soal etika sosial politik

Otak-atik Jika Capres-Cawapres Prabowo-Ganjar Naik Jadi Kandidat

Diperbarui: 27 November 2022   08:16

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, Sumber Foto Kompas.com/Kristianto Purnomo

Pembicaraan soal kemungkinan Prabowo Subianto gandengan sama Ganjar Pranowo lagi ramai. Sebelumnya, tentang hal ini sudah pernah saya tulis. Tak kasih judul “Menakar Dukungan Jokowi Jika Prabowo & Ganjar Maju Berpasangan”. Kini kemungkinan tersebut makin menguat. Bukan tanpa alasan. Mengingat pada beberapa kesempatan berbeda, terang-terangan Jokowi arahkan dukungan pada Prabowo dan Ganjar.

Kita simak. Berawal saat Jokowi pidato di Magelang acara Rakernas ke-5 Projo. Kata Jokowi, “Jangan tergesa-gesa. Meskipun yang kita dukung ada disini”. Opini peserta Rakernas langsung tertuju pada Ganjar yang juga hadir di situ. Lalu keluar penegasan “Habis ini jatah Pak Prabowo” di HUT Perindo. Yang terbaru, kode “rambut putih” Jokowi pada kegiatan Gerakan Nusantara Bersatu di GBK Sabtu kemarin.

Seorang pengamat politik Ray Rangkuti kasih pandangan. Disarikan dari tayangan Kompas.com 26/11/2022, Ray perkirakan Partai Gerindra akan sambut gembira kemungkinan Prabowo Subianto gandengan sama Ganjar Pranowo. Terinci, Ray menyimpulkan kalau capres Ganjar didampingi oleh Prabowo sebagai cawapres, bisa jadi lawan berat yang akan mampu melibas Anies Baswedan.

Saya sepakat dengan penilaian Ray. Namun beda dalam soal paket. Kalau Ray yakin Ganjar-Prabowo, saya malah sebaliknya. Prabowo-Ganjar. Yang memperkuat dugaan saya adalah pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburrokhman. Dirujuk dari sumber yang sama, elit pengurus ini tegaskan, Gerindra sudah dengan gamblang mendorong Prabowo jadi capres. Bukan cawapres.

Berhubung merupakan keputusan partai, maka fix Prabowo sebagai capres. Yang tentu saja tak bisa lagi di otak-atik. Meski berpasangan dengan Ganjar punya potensi besar untuk menang pilpres 2024, tapi kalau harus menggeser Prabowo ngalah jadi cawapres, saya kira Partai Gerindra tak suka. Jika dipaksakan tetap Ganjar, mungkin akan cari sosok lain.

Mengapa, karena merupakan kesempatan terakhir bagi Prabowo. Pasca 2024 Gerindra saya kira akan berpikir realistis. Disamping karena faktor umur, makin banyaknya kader politisi muda seakan jadi “batu sandungan” bagi Prabowo nyapres lagi. Kader muda dimaksud, terutama Ganjar Pranowo. Yang kalau mau nyawapres bareng Prabowo kali ini, kedepan pasti tambah bersinar.

Lha gimana tidak, mengelola negara bersama presiden Prabowo Subianto, andai ditakdir menang, wapres Ganjar Pranowo punya panggung politik. Sangat elit lagi. Bukan ecek-ecek. Kesempatan besar bagi Ganjar membuktikan eksistensi. Bahwa kader PDIP ini mampu dan punya kualitas jadi kepala negara berikutnya. Sebagaimana telah ditunjukkan selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Melihat sinar cerah demikian rupa, dimata elit politik manapun tentu sayang kalau sampai lepas dari cawapres. Maka wajar kalau PKB dalam hal ini Sang Ketua Umum Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menunjukkan reaksi cukup frontal begitu ada isu Prabowo-Ganjar. Disamping karena sudah lebih dulu mendekat, ada di posisi cawapres Prabowo bisa jadi jembatan sangat strategis untuk nanti pada 2029 naik jadi capres.

Tapi yang nampak terganggu dengan rencana pasangan Prabowo-Ganjar bukan hanya PKB Cak Imin. PDIP termasuk Ibu Megawati saya pastikan tak terima. Sudah kadernya dicaplok, masih ditambah tertutupnya peluang putri mahkota Puan Maharani naik ke panggung kontestasi pilpres 2024. Bagi PDIP Ibu Mega, wacana Prabowo-Ganjar adalah ancaman serius terhadap wibawa partai.

Disamping itu, Golkar rupanya ikut tersenggol. Bagaimana tidak, partai warisan Pak Harto ini juga ancang-ancang menarik Ganjar sebagai cawapres Ketumnya Airlangga Hartarto. “Peluang menduetkan Airlangga-Ganjar juga terbuka lebar” kata Lamhot Sinaga. Salah satu Ketua DPP Partai Golkar. Kalau sampai diambil Prabowo, sulit cari pengganti lain. Utamanya yang punya potensi kemenangan sama seperti Ganjar.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline