Lihat ke Halaman Asli

Literasi Desa 01, Napak Tilas Tapal Batas Desa

Diperbarui: 16 September 2018   16:47

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Menumbuhkan pemahaman tentang desa kepada para pemuda desa,  bukan hal yang mudah untuk dilakukan.  Bisa karena terbatasnya kemampuan pemerintah desa untuk menggerakan literasi desa, minimnya kesadaran menyediakan ruang kegiatan literasi desa termasuk kurangnya sarana belajar tentang sejarah peradaban desa bisa  menjadi penyebab rendahnya pemahaman pemuda desa.

Tulisan ini merupakan refleksi kegiatan Napak Tilas Tapal Batas Desa Tanjung Kesuma Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur, yang diselenggarakan pada 10 November 2014. Kegiatan yang di prakarsai beberapa pemuda desa,  mengambil momentum peringatan hari pahlawan pads tahun tersebut.

Mengapa Perlu Kegiatan Napak Tilas?

Minimnya ruang kegiatan bagi pemuda desa adalah faktor utama mengapa ide kegiatan Napak Tilas Tapal Batas Desa kemudian bergulir menjadi obrolan serius.

Selang beberapa hari kemudian baru diadakan pertemuan untuk menyampaikan ide dan gagasan kegiatan kepada beberapa orang yang dipandang mau untuk membantu penyelenggaraan acara ini.

Pertemuan ini dihadiri tokoh pemuda,  anggota lembaga pemberdayaan masyarakat dan perangkat desa. Pada Rembuk ini  dibahas mengenai ide dan gagasan dasse.  Setelah itu dilanjutkan dengan membahas teknis dilengkapi dengan membahas mekanisme sosialisasi kegiatan kepada para pemuda.

Tahapan selanjutnya adalah rekrutmen pemuda yang akan menjadi peserta dan mendapatkan 14 pemuda desa.  Namun pada acara technical meeting memjelang hariboelaksanaan, hanya 10 pemuda menyatakan siap mengikuti acara.

Pada hari pelaksanaan, para pemuda di kumpulkan di titik awal batas desa.  Acara pelepasan dipimpin langsung oleh kepala desa di hadiri jajaran perangkat dan pimpinan lembaga desa.

Pada kesempatan itu Kepala desa berpesan agar pemuda bisa memetik nilai dari kegiatan ini. Para pemuda desa bukan diajak menjadi pahlawan. Namun  mereka perlu memaknai hari Pahlawan sebagai bentuk rasa hormat kepada para pendiri desa yang telah bekerja keras merintis berdirinya desa Tanjung Kesuma.  Desa yang menjadi tanah kelahiran, tempat tumbuh dan berkembang nya harapan harapan, hingga tempat menaruh rasa bangga kepada desa.

Pemuda memulai perjalanan Napak Tilas dengan menyusuri sisi barat desa. Rute ini berupa persawahan,  dan saluran air sebagai batas desa.  Memasuki sisi utara desa, sepanjang rute adalah sungai. Para pemuda  menyusuri tebing sungai, tidak jarang para pemuda ini harus turun menyusuri sungai.

Pada sisi timur desa, batas desa berupa saluran air,  sawah dan pekebunan milik warga masyarakat. Dan memasuki sisi selatan, batas desa adalah jalan, saluran irigasi, sawah dan pemukiman penduduk desa tertangga.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline