Lihat ke Halaman Asli

Syarifah Lestari

TERVERIFIKASI

www.iluvtari.com

5 Tip Atur Keuangan yang Tidak Wajib Kamu Coba

Diperbarui: 18 April 2021   05:23

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Photo by Lacie Slezak on Unsplash

Masih misteri, kenapa setiap Ramadan pengeluaran rata-rata kita justru lebih banyak ketimbang di bulan lain? Padahal satu bulan itu diisi dengan puasa, yang artinya waktu makan dan minum lebih sedikit. Rutinitas keluar rumah yang berpotensi menambah belanja pun berkurang pula. Jadi apa yang salah?

Secara pribadi aku cukup pede mengklaim bahwa pengeluaranku memang berkurang setiap Ramadan. Tepatnya di tiga pekan pertama. Namun di akhir, yang seharusnya ibadah lebih dikencangkan lagi, aku kebablasan juga mengeluarkan lebih banyak biaya untuk menyenangkan hati anak-anak.

Oke separuh misteri terpecahkan, tapi bagaimana solusinya? Kukutip poin-poinnya saja dari beautynesia, inilah tip mengatur keuangan selama Ramadan, terutama dalam keadaan pandemi yang katanya serbasulit.

1. Catat Uang Masuk dan Keluar

Aku pernah mencoba cara ini sejak dulu sekali, tapi belum membuahkan hasil. Bukan teorinya yang salah, melainkan akunya yang sering lupa mencatat pengeluaran. Biasanya hanya bertahan di hari-hari awal, untuk kemudian dilupakan.

Meski hanya berhasil mencatat paling lama tiga bulan, itu pun dengan banyak kecacatan, namun dari situ tetap bisa dikira-kira, berapakah pengeluaran rata-rata bulanan? Apakah selama ini besar pasak daripada tiang?

Baca juga: Tip Hemat Kuota untuk Penulis Konten

2. Coret yang Tidak Penting

Ada dua teori umum bagaimana menyiasati jika pengeluaran lebih banyak dari pemasukan. Pertama, kurangi pengeluaran semaksimal mungkin dengan mencoret kebutuhan yang gak penting-penting amat. Kedua, cari peluang baru untuk mendapatkan tambahan pemasukan.

Pakai teori yang mana pun, keduanya sama-sama tidak mudah. Dihapus bagian jajan anak, eh taunya beli mainan. Biaya tak terduga tidak pernah berkurang dari yang dianggarkan. Malah bertambah terus!

Mencoba peluang baru, butuh modal. Malah jadi nambah pengeluaran lagi! Tapi bagaimana pun, langkah ini perlu dicoba. Bisa jadi kan, gak cocok di satu orang namun efektif bagi orang lain.

3. Masak Sendiri Agar Lebih Hemat

Ini tipe suamiku banget, karena dia suka masak. Aku bagian pencicipan yang selalu menerima dengan lapang dada, apa pun hasil masakannya. Enak gak enak makan ajalah, di luar sana ada banyak laki-laki yang pegang kuali cuma setahun sekali.

Menurutku masak sendiri sebenarnya gak hemat-hemat amat, karena untuk satu menu butuh banyak bahan. Sedangkan dengan membeli, nominal yang sama bisa menghasilkan beberapa menu.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline