Lihat ke Halaman Asli

Ina Tanaya

TERVERIFIKASI

Ex Banker

Pengalaman Ikut Kursus ONLINE GRATIS, IndonesiaX, Membuat Diriku Jadi “Good Driver”

Diperbarui: 28 Januari 2016   16:26

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Apakah anda pernah mendengar nama "Silicon Valley"? "Silicon Valley" julukan  daerah selatan dari San Francisco Bay Area, California Amerika Serikat. Julukan ini diraih karena daerah ini memiliki banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang komputer dan semikonduktor. Di sanalah para ilmuwan berprestasi dengan ilmu teknologi yang canggih direkrut. Tempat dengan supremasi dari kecanggihan manusia yang memiliki teknologi futurustik dan mengagungkan pendidikan teknologi tinggi untuk kemajuan manusia. Mereka sudah melengkapi dirinya dengan pelbagai pengetahuan tentang hukum dan keamanan teknologi. Kelengkapan itu membuktikan mereka sudah siap dengan karakter dan ilmu yang disandangnya.


Silicon Valley menjadi peradaban dari pendidikan yang mengglobal. Saat ini, perubahan teknologi sedemikian cepatnya. Jika di Amerika Serikat sudah memiliki Silicon Valley, tak pelak manusia-manusia canggih baik dengan komputer, intenet juga melanda di Indonesia.

Namun, sayangnya jika di Indonesia dalam mengejar perubahan dalam pendidikan teknologi masa depan tidak dibarengi dengan pengetahuan yang membangun karakter. Bukan hanya menggantungkan kepada teknologi canggih saja. Tetapi ada kehidupan yang melengkapi dan memperkaya pengetahuan dengan pendidikan karakter yang seimbang dengan pengetahuannya.


Kegelisahan dari perubahan teknologi informasi yang cepat tapi tak diimbangi dengan perubahan dari karakter manusia yang menguasi teknologi informasi itu ditangkap oleh para pembaru perubahan. Mereka ini adalah para pendidik yang memiliki visi besar dalam pendidikan karakter manusia Indonesia. Tentunya kita semua tidak asing lagi dengan nama-nama besar dari Wishnutama Kusubandio,Chief Executive Officer PT Net Mediatama Televisi (NET.); Profesor Rhenald Kasali, Ph.D,Pendiri Rumah Perubahan dan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia; Professor Iwan J Azis, Guru Besar Cornell University (AS) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia; Ir. Budi Rahardjo, MSc., PhD., dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) dan pengusaha di bidang Teknologi informatika (TI); Dr. Ary Setijadi Prihatmanto, ST, MT, Dosen Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB); Dr. Sri Sediyaningsih, Pengajar dari Universitas Terbuka jurusan Ilmu Komunikasi.   Pendidik-pendidik ini bekerja sama dengan institusi dan universitas membuat program. Program “edukasi online” dan “kursus online gratis” bertujuan memberikan pendidikan dengan kualitas terbaik bagi seluruh masyarkat Indonesia.


Para tokoh pendidikan ini dengan visi ke depan yang sangat jelas untuk memperbaharui penddikan Indonesia melalui Massive Open Online Course (MOOC). MOOC adalah sistem pendidikan secara gratis melalui on-line dengan modul-modul yang telah ditetapkan dalam setiap topik yang disusun oleh pendidik di atas bekerja sama dengan diciptakan oleh PT Education Technology Indonesia (ETI) dengan mengusung semangat “Enriching Lives Through Education”.

Nach, saya pun yang sudah setengah abad ini tak mau kalah untuk ikut berperan dalam memperbaharui karakter pendidikan yang sudah saya jalani. Mengatasi tantangan ke depan, saya perlu ikut serta dalam kursus yang saya ambil berjudul : Self Driving: “Are you a driver or a passenger?” Topik ini disusun dan disiapkan oleh Prof. Rhenald Kasali, Ph.D.

Langkah-langkah yang saya ambil adalah sebagai berikut ini, saya mulai mendaftar di website https://www.indonesiax.co.id/ dengan melengkapi semua data yang diminta.

[caption caption="Website IndonesiaX Dokumen pribadi"][/caption]

Selesai mendaftar, kita mendapat email untuk verifikasi dan aktivitasi data yang dikirim. Tinggal di klik saja. Maka Aktivasi pun berhasil.

[caption caption="Atifikasi berhasil Dokumen pribadi"]

[/caption]

Kemudian, saya mulai masuk ke website itu dan mulai belajar. Berhubung saya baru kembali ke tanah air tanggal 2 Januari 2016, sedangkan kursus sudah dimulai pada tanggal 22 Desember, saya harus belajar sedikit ngebut. Berhubung kursus ini on-line, tidak ada masalah dengan waktu mendaftar yang terlambat. Yang penting waktu untuk belajar, dan tentu saja waktu untuk ikut testing.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline