Lihat ke Halaman Asli

Wuri Handoko

TERVERIFIKASI

Peneliti dan Penikmat Kopi

Bayang-Bayang Omicron, Bali dan Malam Tahun Baru 2022

Diperbarui: 3 Januari 2022   23:14

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Suasana pada malam pergantian Tahun di Kawasan Pantai Kuta, Bali.Sumber : dokumen pribadi

Bayang-Bayang pandemi Covid 19 masih menghantui publik di dunia termasuk Indonesia. Bayang-Bayang itu terasa semakin lekat dan mencekam dengan informasi adanya varian baru yang disebut Omicron. 

Tapi benarkah bayangan hantu Omicron itu benar-benar menakutkan? Benarkah varian omicron membatasi pergerakan manusia untuk saling berinteraksi? Jawaban itu tergantung sudut pandang. Masing-masing orang bisa berbeda. 

Tapi saya ingin melihatnya lebih dekat, dengan melihat kenyataan di masyarakat, apalagi saat Natal dan Tahun Baru 2022. Omicron bagaimanapun menakutkannya, nyatanya seperti tak terbukti menakutkan sehingga setiap orang tak ingin bepergian. 

Suasana kemacetan di kawasan Jalan Pantai Kuta Bali, di malam pergantian tahun 2022. Sumber : dokumen pribadi

Kondisi sebaliknya terjadi. Meskipun sempat desas desus penerapan PPKM Level 3 terlanjur beredar di masyarakat, khususnya di Indonesia saat Natal dan Tahun Baru. 

Banyak orang kemudian membatalkan perjalanannya. Itulah yang terjadi di Bali, Negeri impian para wisatawan baik domestik maupun wisatawan mancanegara. 

Dari hasil percakapan saya saat menjelang Tahun Baru di Bali, banyak mendengar informasi dari para driver online, bahwa Natal di Bali sepi karena isu PPKM membuat para wisatawan mencancel perjalanannya. 

Suasana hotel Masa Inn di kawasan Gang Poppies Lane yang digunakan sebagai tempat Pernikahan seorang kolega. Sumber : dokumen pribadi

Natal sepi. Itu yang saya dengar dari para driver online dan para karyawan hotel tempat saya menginap di Bali saat malam pergantian tahun 2021 ke 2022 kemarin. 

"Natal sepi pak, hotel masih banyak kosong, masih seperti tahun kemarin, Natal sepi" katanya pada suatu pagi saat saya sarapan di hotel tempat saya menginap di kawasan Kuta, Bali. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline