Lihat ke Halaman Asli

Wiwin Zein

TERVERIFIKASI

Wisdom Lover

Amal Jariyah dan Dosa Jariyah

Diperbarui: 25 Maret 2024   08:11

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi amal jariyah (Sumber: tribunnews.com)

Almarhum Cak Nur, seorang cendekiawan muslim Indonesia terkemuka pernah mengatakan bahwa perbuatan yang kita lakukan itu ibarat bola pantul. Baik atau buruk perbuatan itu akan "memantul", kembali kepada si pelaku perbuatan itu. Artinya setiap perbuatan akan ada balasannya sesuai dengan perbuatan itu.

Hal senada ada ungkapan populer dalam bahasa Sunda, "Lamun melak cabe bakal jadi cabe, lamun melak bonteng bakal jadi bonteng. Lamun melak hade bakal jadi hade, lamun melak goreng bakal jadi goreng."

Arti dari ungkapan di atas, "Jika menanam cabe akan berbuah cabe, jika menanam timun akan berbuah timun. Jika menanam kebaikan akan berbuah kebaikan, jika menanam keburukan akan berbuah keburukan."

Dalam peribahasa Indonesia pun ada peribahasa yang senada dengan apa yang disampaikan Cak Nur dan ungkapan dalam bahasa Sunda di atas. Peribahasa yang dimaksud adalah, "Siapa menanam angin akan menuai badai."

Ya memang seperti itulah "rumus" dalam kehidupan ini. Perbuatan baik akan berbalas baik dan perbuatan buruk akan berbalas buruk.

Ketika kita berbuat baik kepada orang lain, maka orang lain pun akan berbuat baik kepada kita. Sebaliknya ketika kita berbuat buruk kepada orang lain, maka orang lain pun akan berbuat buruk kepada kita. Normalnya memang seperti itu. "Rumus" kehidupan memang seperti itu.

Akan tetapi tidak bisa dipungkiri, terkadang terjadi juga anomali. Ketika kita berbuat baik kepada orang lain, orang lain malah berbuat buruk kepada kita. Sebaliknya ketika kita berbuat buruk kepada orang lain, orang lain malah berbuat baik kepada kita. Nah untuk hal ini tidak bisa kita jadikan pegangan. Namanya juga anomali.

Normalnya, biasanya, pada umumnya yang terjadi selalu sesuai dengan "rumus" kehidupan. Baik berbalas baik dan buruk berbalas buruk.

Dengan demikian kita harus senantiasa melakukan banyak kebaikan agar kita mendapatkan banyak kebaikan pula. Sebaliknya kita tidak boleh melakukan banyak keburukan supaya kita tidak mendapatkan banyak keburukan pula.

Dalam ajaran Islam, balasan atas perbuatan baik bahkan tidak sama dengan perbuatan baik yang dilakukan. Balasan atas perbuatan baik jauh lebih besar nilainya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline