Lihat ke Halaman Asli

Widyanti Yuliandari

Blogger, ASN, Penulis buku

Taman Nasional Baluran, Sepotong Afrika di Tanah Jawa

Diperbarui: 22 Juli 2015   18:46

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

“Aku mau ke baluran!”

“Baluran yang kayak Afrika itu loh”

“Afrika itu di mana dek?”

“Itu lo, dekat SURABAYA”.

Dienkkkkk! Glodhaggg… Krompyanggg…#@!?!!

 

Itulah sekilas perbincangan Kak Asa, anak lanang sulung kami dengan Mbak petugas SPBU di kawasan desa Sumberejo Kecamatan Banyuputih Situbondo. SPBU tempat kami memenuhi tangki bahan bakar kendaraan kami sebelum melanjutkan petualangan hari itu ke Taman Nasional Baluran.

Sebagai orang yang besar di Situbondo, memang menyedihkan untuk mengakui bahwa inilah kunjungan pertama saya ke Taman Nasional yang bisa dibilang sangat terkenal ini. “kemana saja sih?” Tanya suami. Melewatkan masa SD hingga SMA di Kota Situbondo, tapi belum sekalipun menjejakkan kaki di Baluran, memang kedengaran sungguh keterlaluan ya. He..he… ya sudahlah, yang penting sekarang sudah menjejak di Baluran.

Kami tiba sedikit terlalu siang, saat itu. Di hari ketiga lebaran, tepatnya hari minggu 19 Juli 2015, kami baru memasuki pos tempat penjualan tiket sekitar pukul 10.15. sedikit surprise juga pas beli tiket. Murah! Per orang hanya Rp.17.500, dan anak-anak tidak dikenakan tiket. Plus tarif masuk roda 4 hanya 15 ribu! Jadi total saya hanya membayar 50 ribu saja (2 tarif dewasa plus tarif roda 4). Itu sudah berlaku untuk semua objek dan parkir dimanapun di lokasi Taman Nasional ini. Adventure sak legrek e, hanya 50 ribu! Alhamdulillah.

 

Jalan Berbatu Hingga Evergreen Forest

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline