Lihat ke Halaman Asli

Widi Kurniawan

TERVERIFIKASI

Pegawai

Antara Rindu, LDR, dan Harga Tiket Pesawat yang Menguras Kantong

Diperbarui: 15 Agustus 2022   17:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pemandangan dari jendela pesawat (foto by widikurniawan)

Lelaki itu menghela nafas panjang usai menerima telepon dari istrinya. Ia duduk termenung dan mencoba menghitung sisa uang dalam tabungannya.

Sang istri, yang masih tinggal di rumah orangtuanya, dalam keadaan hamil dan membujuk suaminya untuk segera pulang. Rindu katanya.

Sementara sang suami, lelaki itu, tengah berada ribuan kilometer jauhnya. Mereka terpisah pulau dan lautan luas, serta terpaksa menjalani awal kehidupan rumah tangga secara jarak jauh atau long distances relationship (LDR) demi sebuah pekerjaan.

Syarat untuk bisa berjumpa adalah ketersediaan dana untuk membeli tiket pesawat PP beserta dana ikutannya, dan tentu saja restu dari bos untuk mengambil cuti.

Lelaki itu adalah saya sendiri sekitar 12 tahun yang lalu. Saya dan istri memang sempat menjalani hubungan LDR selama beberapa tahun karena berbagai kondisi yang menyertainya. Waktu itu saya bekerja di daerah Sulawesi Tenggara.

Saat itu tiket pesawat PP merupakan barang impian yang harus bisa terbeli setidaknya tiga bulan sekali. Jangan pernah menyimpulkan bahwa ketika seseorang bekerja di luar pulau terpisah dengan keluarganya, maka di satu sisi ada surplus pendapatan yang membuat harga tiket pesawat mudah terbeli. Nyatanya tidak semua seperti itu.

Kondisi saya saat itu, tiap tiga bulan harus bisa terbang pulang menemui istri. Maka setidaknya gaji selama sebulan harus rela dibelanjakan untuk keperluan perjalanan, termasuk tiket pesawat pulang pergi. Sedangkan gaji dua bulan lainnya dikelola untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Naik kapal laut hampir tidak menjadi pilihan jika jatah libur untuk sekedar pulang menemui keluarga di kampung halaman, dibatasi oleh durasi waktu yang ketat. Mau tidak mau perjalanan menguras kantong dengan pesawat atas nama rindu pun harus dilakukan.

Faktanya, di wilayah Indonesia yang begitu luas dan terdiri dari ribuan pulau ini, tersebar pula anak-anak bangsa yang harus bekerja merantau di luar pulau asalnya dan terpaksa menjalani kehidupan berkeluarga secara LDR.

Tengoklah di berbagai Bandara saat ini, tidak semua penumpang pesawat adalah para pelancong atau wisatawan, yang tentu saja punya surplus anggaran untuk perjalanan atas nama healing. Tidak semua juga merupakan orang berada, pejabat atau kalangan elite lain yang memang bisnisnya harus melakukan perjalanan ke berbagai daerah.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline