Lihat ke Halaman Asli

Wahyu Sapta

TERVERIFIKASI

Penulis #Peraih Best In Fiction Kompasiana Award 2018#

Cerpen: Kepadamu, Kangen Itu Tak Pernah Usai

Diperbarui: 25 November 2021   20:43

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi: Kepadamu, Kangen Itu Tak Pernah Usai. | Foto: Wahyu Sapta.

Sinar mentari memang tidak begitu menyengat, tetapi menyebar ke segala penjuru. Mendung tipis masih saja menyeruak, meski hanya serupa kabut putih dan mungkin tidak akan terjadi hujan dalam waktu dekat.

Mendung tanpo udan, seperti kata lagu Kudamai. Ada rasa kehilangan yang amat perih. Entah mengapa, bahkan ketika telepati tak bisa membantuku menembusmu. Ini tak seperti biasa, ketika aku kangen, secepat kilat kamu datang.

Memang memiliki kekasih sepertimu, harus siap pada segala kemungkinan. Arah angin akan dengan mudah membolak-balikkan situasi hatimu.

"Dasar seniman!" Godaku padamu.

"Salah sendiri kamu menyukaiku. Aku tak pernah memintanya, bukan?"

"Baik, kita putus, ya?" Jawabku pura-pura marah.

Kata-kata putus tak akan pernah terjadi. Ketika pagi aku marah, lalu sore hari datang sebuah bingkisan coklat, dengan tulisan yang penuh rayuan. Mana bisa tahan? 

"Maafkan aku, belum bisa memberimu bahagia yang berlebih," katamu suatu hari.

"Aku tak meminta berlebih, hanya hatimu. Itu saja," jawabku. 

Tergelak kamu mendengarkannya. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline