Lihat ke Halaman Asli

Abdi Galih Firmansyah

Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang

Warna Pelangi yang Hilang

Diperbarui: 17 Oktober 2022   02:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Ketika logika berjalan menyimpangi alur,
Hati pun tak terhibur dan mulut enggan bertutur

Ketika amal ilmiah disulap nafsu
tak-tik tik-tak kan terinjak paku

Kesadaranku berpihak pada ruang itu
Meskipun tak tahu kemana kan berlabuh

Ruang yang dibangun oleh orang orang hebat

Dan terhimpun dalam pedoman yang mengikat

Mereka suka berpolitik dan bersiasat
Tapi tak malu dengan wasiat dan lupa syariat

Mereka tertawa akan kemenangan
Tapi melupakan nikmat kedamaian

Mereka dengan yakinnya memimpin
Meskipun tangannya mengambil koin

Yaa tuhan...


Mereka bersemangat mencari pengikut
Tapi tak takut penyakit bertambah akut

Mereka berani menjegal yang lain
Dan marah ketika dijegal yang lain

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline