Lihat ke halaman asli

S Aji

Nomad Digital

TERVERIFIKASI

Udik dan Pinggiran

Kembalinya de Ligt dan Juventus Subuh Tadi

Diperbarui: 22 November 2020   17:52

Kembalinya Matthijs de Ligt menandai kemenangan Juventus atas Cagliari subuh tadi | Sumber: Juventus.com

We have a lot of quality, it is important to play the ball quickly to have territorial dominance, today we did it well and the boys also had fun- Andrea Pirlo

Sesudah jeda panggilan internasional, dunia sepak bola kembali ke hidupnya yang normal. Demikian juga putaran Serie A adanya.

Seperti yang sudah-sudah, ini tentang kembalinya Juventus ke layar tayang handphone dengan fasilitas aplikasi Vidio pada subuh hari; yang karena keasyikan, paket data jebol tiada kuambil pusing--Cinta karena cinta, tak perlu kautanyakan!

Juventus di markasnya yang agung menjamu Cagliari. Taktik Pirlo bersua taktik Di Francesco. Dua jenis pikiran yang tidak terlalu suka dengan filsafat bertahan kecuali ketemu Barcelona, hehehe. Juventus sukses dengan 2:0 dari kaki Ro,Ro,Ronaaaldooo. Kemenangan yang disempurnakan dengan cleansheet.

Babang Buffon yang baru saja merayakan 25 tahun menjaga gawang (1995-2020) tidak harus bekerja keras subuh tadi. Dan, yang paling penting, duet Demiral-De Ligt akhirnya tampil bersama di musim ini dengan meyakinkan. Hampir tanpa kesalahan.

Mari kita lihat kembali tiga aspek penting dari kemenangan yang menegaskan jika formula Pirlo sedang membentuk diri makanya kepada jiwa yang gemar dengan hasil instan dan mudah menyerah sebaiknya ditunda pergerakannya.

Pertama, Mister Pirlo lebih memilih tridente jangkung Ronaldo-Morata-Kulusevski. Dybala masih harus bersabar menjadi opsi kedua. Khusus Ronaldo-Morata, keduanya tampak makin saling mengisi. Beberapa kali bergerak membuka ruang dan melakukan aksi "X+L1" (umpan satu dua). Gol pertama Ronaldo juga lahir dari pemberian Morata di dalam kotak penalti.

Kulusevski memang terlihat kekurangan sentuhan namun bisa bermain sebagai sayap penopang. Memiliki satu kesempatan bikin gol, sayang melebar tipis di samping gawang. 

Pergerakannya yang biasanya dinamis meliuk-liuk tidak berfungsi sebagaimana terlihat dalam debutnya. Ia masih akan berkembang dan bukan tidak mungkin memaksa Dybala melakoni sinetron #POGBACKII.

Yang jelas, pilihan Pirlo akan penyerang Nyonya Tua membuktikan jika Rona-Ta adalah opsi yang produktif.

Halaman Selanjutnya

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline