Lihat ke Halaman Asli

Trian Ferianto

TERVERIFIKASI

Blogger

Duduk Perkara Privasi WhatsApp dan Bagaimana Sikap Kita?

Diperbarui: 14 Januari 2021   09:44

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi WhatsApp (Sumber: Reuters via tekno.kompas.com)

Sejak beberapa hari lalu, pengguna WhatsApp dihadapkan pada pilihan take it or leave it terkait kebijakan baru bagi pengguna. WhatsApp memperbarui kebijakannya terutama berkaitan dengan ketentuan penggunaan data diri dan aktivitas para pemakainya.

Jika ketentuan sebelumnya masih memungkinkan pengguna untuk memilih menyetujui atau menolak, maka per 8 Februari nanti, pengguna dihadapkan pada 'paksaan' memberikan data aktivitasnya atau berhenti saja menggunakan WhatsApp.

Jika dibaca seksama, panjang dan detil sekali ketentuan layanan pengguna yang baru itu. Namun jika disingkat terkait pokok-pokok penting yang menjadi perhatian banyak pengguna di seluruh dunia adalah:

WhatsApp akan menggunakan data nomor pribadi, aktivitas transaksi yang terjadi, data yang kita unggah di chat, aktivitas interaksi dengan pengguna lain, lokasi, IP address dan banyak lagi. Data-data ini akan digunakan oleh Facebook sebagai induk pemilik WhatssApp untuk menjalankan 'layanan perusahaan kami' yang relatif tidak ada batasannya.

Kita kutip saja salah satu ketentuan yang baru tersebut:

Lisensi Anda kepada WhatsApp. Agar dapat menjalankan dan menyediakan Layanan kami, Anda memberikan lisensi kepada WhatsApp yang berlaku di seluruh dunia, noneksklusif, bebas royalti, dapat disublisensikan, dan dapat ditransfer untuk menggunakan, mereproduksi, mendistribusi, membuat karya turunan, menampilkan, dan menindaklanjuti informasi (termasuk konten) yang Anda unggah, kirim, simpan, atau terima di atau melalui Layanan kami. Hak-hak yang Anda berikan di dalam lisensi ini hanya dimaksudkan untuk menjalankan dan menyediakan Layanan kami (seperti untuk memungkinkan kami agar dapat menampilkan foto profil dan pesan status Anda, mengirim pesan Anda, dan menyimpan pesan Anda yang tidak tersampaikan di server kami hingga 30 hari saat kami mencoba untuk menyampaikannya). - dikutip dari laman kebijakan Whatsapp

Tangkapan layar syarat dan ketentuan WhatsApp yang baru

Sampai sejauh mana kemungkinan 'menjalankan dan menyediakan layanan kami' tersebut?

Dikutip dari penjelasan beberapa mantan orang di belakang social media dan online tools yang kita kenal sekarang seperti facebook, google, uber, pinterest, dan mozilla sebagaimana disampaikan dalam film dokumenter The Social Dilemma, algoritma yang dipasang dalam segala media sosial yang kita gunakan tersebut memungkinkan Artificial Intellegent dan Machine Learning di dalamnya untuk menggunakan dan memproses segala aktivitas kita tersebut demi keuntungan 'model bisnis' yang mereka jalankan.

Ungkapan dari media The Conversation ini cukup menggambarkan model bisnis startup social media saat ini, "If it's free online, you are the product." Hal ini juga diungkapkan oleh para mantan programmer social media tersebut, bahwa perhatian kitalah yg mereka jual kepada para pengiklan yang kebanyakan adalah para kapitalis.

Algoritma yang dipasang di media sosial memang diset untuk memberikan efek candu melalui notifikasi yang terstruktur agar kita terus-terusan menggunakannya. Semakin kita menggunakan dan berinteraksi dalam social media tersebut, semakin data terekam dan semakin presisi algoritma menebak arah kecenderungan emosi, minat, dan fokus atansi kita.

Dengan data ini, 'para pengiklan' disajikan data oleh perusahaan socmed agar iklan yang kita tayangkan semakin presisi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline