Lihat ke Halaman Asli

Topik Irawan

TERVERIFIKASI

Full Time Blogger

Memaksimalkan Sinergitas Lembaga Filantropi di Indonesia

Diperbarui: 3 Oktober 2022   17:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kegiatan soft launching Filantropi Muda Indonesia (dok foto FMI)

Charities Aid Foundantion pada tahun 2021 membuat rilis tentang World Giving Index, ternyata negara tercinta kita Indonesia menempati peringkat pertama. Tak tanggung tanggung skor indeks keseluruhan mencapai 63%. Pada tahun 2018, nilai indeks berada di posisi 58%. Meski menghadapi pandemi Covid, ternyata hasrat berbagi masyarakat Indonesia patut diacungi jempol.

Semangat berbagi ini menjadi spirit hadirnya perkumpulan filantropi yang bernama Filantropi Muda Indonesia(FMI), ada gagasan besar yang diusung dengan hadirnya FMI, yakni dengan menyatukan visi,sinergitas dan juga kolaborasi antar lembaga filantropi di tanah air. Bertempat di Hotel Arosa, Jalan Veteran, Bintaro, Jakarta Selatan, soft lauching FMI diadakan pada tanggal 24 September 2022.

"Kami berharap kehadiran Filantropi Muda Indonesia ini bisa menjadikan sebuah kekuatan yang selama ini bersifat individu lembaga menjadi sebuah kekuatan dalam kebersamaan yang bisa berkelanjutan untuk membangun  negeri ini," ungkap Ahmad Zaki,Ketua Perumus Filantropi Muda Indonesia.

Bagi masyarakat Perumahan Sukaraya Indah, hadirnya Gerakan Sedekah Jum'at Emak Emak Sukaraya untuk bergabung dengan Filantropi Muda Indonesia memberikan kebanggaan tersendiri. GSJ selama ini tetap concern untuk berbagi di sekitaran kabupaten Bekasi dan sekitarnya.

Beberapa perwakilan  dari lembaga filantropi dan komunitas sosial kemanusian dari berbagai daerah seperti Bogor, Jakarta,Bekasi,Karawang,Sukabumi,Pandeglang,Bandung,Riau serta kota lainnya turut hadir di acara tersebut. FMI mengusung visi menjadi perkumpulan filantropi yang profesional dan terpercaya di level Asia melalui peningkatan produktivitas anggotanya.

"Menjadi Relawan Kemanusiaan tentunya perlu memperhatikan kapan mereka harus ngegas dan kapan mereka harus mengerem," ujar Ustad Fairus Ahmad.

Menarik untuk disimak apa yang diungkapkan pendiri Dompet Dhuafa yang juga hadir." Bagaimana nilai, ruh serta kultur sebagai salah satu hal yang penting dalam merawat organisasi, hal ini dapat meneguhkan sikap kita dalam mengentaskan kemiskinan dan pembangunan di Indonesia," imbuh Erie Sudewo.

Forum Filantropi Indonesia siap percepatan kolaborasi dan berjejaring  (dok foto FMI)

Filantropi Muda Indonesia hadir untuk dapat membantu berbagai gerakan kepedulian di Indonesia agar misi kebaikan segera terwujud. Sehingga lembaga filantropi menjadi lebih kokoh dan berdampak kepada masyarakat, semoga jalan kebaikan yang dirintis Filantropi Muda Indonesia memberikan faedah bagi bangsa Indonesia.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline