Lihat ke Halaman Asli

Tonny Syiariel

TERVERIFIKASI

Travel Management Consultant and Professional Tour Leader

Kala Bandara Heathrow Membatasi Jumlah Penumpang

Diperbarui: 16 Juli 2022   19:02

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kepadatan penumpang di Bandara Heathrow-London. Sumber: Henry Nichols /Reuters / The Guardian

Fenomena 'Revenge Travel' alias wisata balas dendam sepertinya bukan isapan jempol. Setelah terkurung selama dua tahun, wisatawan dunia kini kembali melanglang buana. Apalagi memasuki liburan musim panas ini. Alhasil, beberapa bandara ternama pun makin disesaki penumpang yang membludak. Di Eropa, misalnya, kepadatan di bandara sudah menimbulkan masalah baru. Sebut misalnya, di bandara Schipol-Amsterdam dan juga yang kini menimpa bandara Heathrow-London.

Antrian panjang tampak di konter check in dan baggage drop. Begitu pula di security check area dan imigrasi. Tidak hanya itu, tumpukan bagasi yang tidak tertangani petugas bandara ikut menghiasi wajah bandara ini. Dan puncaknya terjadi pada awal pekan ini, ketika otoritas bandara Heathrow terpaksa membatalkan sekitar 60 penerbangan yang seharusnya lepas landas pada hari itu.

Maskapai penerbangan yang terkena dampak itu jelas rugi besar. British Airways, Virgin Atlantic dan Air France adalah beberapa maskapai yang harus menanggung akibat keputusan drastis ini. 

Jangan ditanya lagi bagaimana kekecewaan calon penumpang semua maskapai ini.

Sekitar 10,000 calon penumpang yang sedianya terbang dari Terminal 3 dan Terminal 5 pada Senin, 11 Juli 2022 lalu harus mengubur semua impian perjalanan di hari kelabu itu. 

Bisa dibayangkan kerugian yang harus ditanggung. Bukan hanya urusan tiket yang dibatalkan. Tetapi semua reservasi lanjutan yang terkait reservasi hotel, tour, dan sebagainya. Dan di atas segalanya, waktu berharga dan impian berlibur ke destinasi tujuan pun ikut sirna.

Lebih lanjut, otoritas bandara Heathrow pun akhirnya menghimbau semua maskapai untuk berhenti menjual tiket untuk musim panas ini, khususnya dari 12 Juli sampai 11 September 2022. Kebijakan yang juga sudah diterapkan bandara lainnya di Eropa., di antaranya Gatwick- London dan Schipol-Amsterdam.

Seperti dikutip dari ABC News pada Selasa, 12 Juli 2022 lalu, CEO Heathrow, John Holland-Kaye mengatakan bahwa Heathrow akan membatasi jumlah penumpang per hari tidak lebih dari 100,000 penumpang. 

Kebijakan ini terpaksa dilakukan untuk menghindari makin banyak penundaan, pembatalan dan disrupsi di bandara akibat Heathrow masih kekurangan staf pasca pandemi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline