Lihat ke Halaman Asli

TJIPTADINATA EFFENDI

TERVERIFIKASI

Kompasianer of the Year 2014

Memaknai Arti Sebuah Pujian

Diperbarui: 22 September 2022   12:56

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto kiriman Alkaf Darman sahabat kami di Padang 

Agar Jangan Sampai Membuat Kita Lupa Diri

Setiap orang, lazimnya lebih senang dapat pujian ketimbang kritikan. Tapi kalau ada yang mengatakan sebaliknya, itu adalah merupakan hak setiap orang untuk berbeda dengan diri kita.

Kalau saya dan isteri sejujurnya, senang sekali dapat pujian yang disampaikan secara tulus. Walaupun kami berdua bukan termasuk tipe manusia yang gila pujian.

Seperti contoh, mendapatkan sebutan: "Ayahanda dan Bunda"atau "Opa dan Oma" , walaupun tampaknya hanya sebatas sebutan untuk menghargai kami sebagai orang yang lebih senior, tapi bagi kami berdua sudah merupakan sebuah apresiasi tak ternilai.

Apalagi sampai ada yang mengirimkan bunga, puisi dan menulis artikel khusus bagi kami berdua, sungguh terasa sangat menyejukkan hati. Bahkan ada yang menciptakan lirik lagu khusus bagi kami berdua, sungguh merupakan sebuah kegembiraan yang tak terhingga. Dan rasa haru yang memenuhi relung hati terdalam, sehingga tidak jarang butiran bening bergulir dari mata kami. 

Penghargaan Dari COO Kompasiana:

(Dikutip dari Laman Facebook Coo Kompasiana,mas Nurul Ujuy)

img-20220922-wa0016-632bebc408a8b5233a547815.jpg

(Sumber: coo Kompasiana mas Nurul Ujuy)

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline