Lihat ke Halaman Asli

TJIPTADINATA EFFENDI

TERVERIFIKASI

Kompasianer of the Year 2014

Orang Terbiasa Menghargai yang Mahal

Diperbarui: 2 Juli 2021   23:12

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ket.foto : bunga Ilalang sesungguhnya tak kalah indah dari tanaman Janda Bolong,tapi karena bisa didapat secara gratis,maka tidak dihargai sama sekali/dokumentasi pribadi

Sehingga Ada Keindahan Yang Terbuang 

Belakangan ini heboh mengenai tanaman hias yang diberi nama aneh aneh,seperti : Janda Bolong, Duda Kecebong, Pria Melambai dan sebagainya, mendadak menjadi viral. Dan luar biasa uniknya tanaman yang tempo dulu sewaktu lagi mengejar layangan putus seringkali terinjak injak oleh saya.

Dan karena memang pada waktu itu sama sekali tidak ada harganya, maka tetangga yang tanaman Sundel Bolongnya terinjak oleh saya ,hanya geleng geleng kepala,tapi sama sekali tidak marah.

Apalagi sampai dilaporkan ke pak RT. Tapi coba sekarang, bila ada tanaman  Janda Bolong tetangga yang terinjak,wah bisa jadi perkara. Bahkan kalau tidak diganti rugi, hubungan antar tetangga bisa putus saking mahalnya tanaman Sundel Bolong tersebut. 

Apalagi bila ada kambing  tetangga yang masuk kepekarangan dan memakan tanaman hias yang bernama Nyiur Melambai.wuih bisa bisa kambingnya berubah ujud jadi gule kari karena konon harga tanaman tersebut sebanyak sebulan gaji insinyur.

dokumentasi pribadi

Sesungguhnya Hanya Tanaman Murahan 

Sesmungguhnya tanaman hias yang di gadang gadang aslinya hanyalah tanaman murahan yang dulu hanya berharga 5 ribuan rupiah perpot.tapi saking latah dan ikutan ingin tenar dan terkenal maka orang berebutan membeli,padahal sama sekali tidak tahu dimana letak keindahannya.

Padahal, nasibnya akan sama dengan tananam hias yang dulu harganya jutaan rupiah yang bernama Gelombang Cinta ataupun tanaman hias yang bernama "Impian semusim", kini konon mau dijual 1 juta rupiah saja,orang hanya geleng geleng kepala. 

Demi gengsi ,orang mau mengeluarkan uang berapapun. Begitulah gaya hidup di era mileneal ini. Semboyan "Makan atau tidak makan,masalah belakangan,yang penting tampil aksi dan seksi"

Dikasih Pelajaran Gratis? Ogah ah, nggak Level !

Dulu sewaktu masih aktif mengajarkan tekhnik terapi Reiki, orang antrian yang mau belajar .Setiap kali kami datang,ruang meeting room yang berkapasitas tempat duduk 100 kursi fully book. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline