Lihat ke Halaman Asli

TJIPTADINATA EFFENDI

TERVERIFIKASI

Kompasianer of the Year 2014

Pandemi Corona Hadirkan Keberuntungan Bagi yang Suka Bolos

Diperbarui: 14 Agustus 2020   09:25

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi : gettyimages.com

Ditulis Berdasarkan Fakta Dilapangan

Seperti biasanya, setiap minggu setidaknya kami saling kontak dengan anak anak walaupun putra putri kami ketiganya sudah berkeluarga bahkan sudah ada yang bakal jadi calon Opa dan Oma. 

Ketika masuk telpon dari putri kami di Wollongong, saya langsung bertanya "Tidak masuk kerja?" Karena putri kami yang kerja di Post Office tidak akan menelpon saat jam kerja kecuali ada hal penting yang perlu disampaikan. 

Putri kami menjawab "Tadi sudah ke kantor Pa. tapi karena saya ada pilek sedikit terus dipanggil oleh Boss dan disuruh pulang. Biasanya Boss paling tidak senang kalau ada yang tidak masuk kerja hanya karena pilek, tapi kali ini malah kita mau kerja, disuruh pulang ." Begitu penjelasan putri kami

Eee pagi ini, giliran cucu mantu pulang dari kantor. Saya langsung bertanya mengapa?  "Ya Opa, disuruh pulang oleh Pimpinan kantor hanya karena saya lagi batuk pilek sedikit saja. Kita biasa kerja disuruh tinggal dirumah ya nggak enaklah ," Kata cucu mantu kami

Sama Sama Karyawan Tapi Beda Sikap dan Prilaku

Kalau putri dan cucu mantu kami  tampak kesal karena disuruh pulang oleh pimpinan kantor,beda pula dengan anak teman saya sesama orang asal Jakarta. Kemarin jumpa lagi sama sama berbelanja di supermarket, bercerita bahwa di era corona ini ,bolos direstui oleh Boss. Katanya sambil ketawa karena merasa lucu. 

"Bayangkan Om, kalau lagi malas kerja cukup pura pura batuk di depan Boss "dan tanpa perlu minta surat keterangan dokter lagi sudah langsung di suruh pulang oleh Boss Jadi kita tidak bolos, karena disuruh pulang oleh Boss" kata nya sambil ketawa berderai

Saya hanya menjawab ala kadarnya :" Ooo ya" .Karena mau saya ingatkan bahwa hal tersebut bukanlah sikap yang baik,saya sadar emangnya saya siapa? Bukan anak saya dan bukan juga cucu,tapi hanya karena kenal dengan orang tuanya karena sama sama pernah tinggal di apartement yang sama  di Kemayoran di Jakarta. Karena itu saya hanya mengomentari singkat dengan :"Oo begitu ya?" Jawaban yang tidak mendukung serta tidak menyalahkan siapa siapa 

Ibarat Sekeping Mata Uang Yang Selalu Memiliki Dua Sisi

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline