Lihat ke Halaman Asli

Tb Adhi

Pencinta Damai

Prabowo dan Airlangga Tak Bisa Ditawar sebagai Capres, Bagaimana Puan?

Diperbarui: 23 September 2022   16:37

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Prabowo Subianto saat berkunjung ke kantor Airlangga Hartarto di Kemenko Perekonomian, Senin (19/9/2022) lalu. (Foto: Kemenko Perekonomian).

PRABOWO Subianto serta Puan Maharani dan Airlangga Hartarto sama-sama punyapeluang untuk terpilih sebagai pengganti Joko Widodo pada kontestasi politik akbar 2024 mendatang, Pilpres. 

Di antara ketiganya Puan yang belum dinyatakan sebagai calon presiden dari partainya. Meski menjadi satu-satunya partai yang bisa mengajukan capres sendiri, akan tetapi PDIP masih belum berani untuk mengumumkan secara resmi Ketua DPR RI tersebut sebagai capres mereka. 

Megawati Soekarnoputri, yang memiliki hak prerogatif untuk menentukan capres dari partainya, tampaknya masih menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikannya. 

Di satu sisi, Megawati dan PDIP juga terkesan tidak menghitung Ganjar Pranowo, kader PDIP yang dalam kapasitasnya sebagai gubernur Jateng terus melambung namanya.

Dalam politik apa pun bisa terjadi memang. Begitu juga dengan kemungkinan Megawati dan PDIP secara partai pada akhirnya lebih memilih Ganjar Pranowo ketimbang Puan Maharani. Yang jelas, saat ini, Puan yang lebih diperhitungkan oleh Megawati dan PDIP. 

Dalam safari politiknya sejauh ini, termasuk pada beberapa kali kunjungan ke Semarang atau Jateng pada umumnya, Puan tidak pernah melibatkan Ganjar. Hal ini semakin memperkuat kesan jika Bu Mega memang tengah 'memasarkan' Puan dan sebaliknya, tidak menghitung Ganjar.

Puan sudah melakukan pertemuan dengan para petinggi partai lainnya, termasuk Prabowo Subianto yang ketum Gerindra. Juga dengan Surya Paloh dari NasDem. 

Hanya pertemuan dengan Airlangga Hartarto yang belum terealisasi meski sudah berulangkali diagendakan. Bisa jadi PDIP tidak terlalu memandang serius wacana koalisi dengan Golkar, seperti disampaikan para pengamat. Wacana koalisi PDIP dengan Golkar tidak lebih besar dari isu koalisi PDIP dengan Gerindra.

Wacana koalisi PDIP dengan Gerindra mencuat seusai pertemuan Puan dengan Prabowo. Wacana duet Prabowo-Puan dinilai lebih memungkinkan terjadi ketimbang isu duet Prabowo-Muhaimin 'Cak Imin' Iskandar, ketum PKB. 

Walau Gerindra sudah berkoalisi dengan PKB, akan tetapi sedikit yang mempercayai jika koalisi itu akan mengusung duet Prabowo-Cak Imin. Apalagi, koalisi Gerindra dan PKB tentunya tidak sekadar untuk menghadapi Pilpres, akan tetapi juga Pileg dan Pilkada serentak yang sama-sama digelar 2024.

Koalisi PDIP dengan Gerindra lebih menguat dalam konteks menghadapi Pileg dan Pilkada serentak, bukan menyikapi Pilpres. Meski duet Prabowo-Puan terus dilambungkan akan tetapi perwujudannya masih menjadi tanda tanya besar. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline