Lihat ke Halaman Asli

TauRa

TERVERIFIKASI

Rabbani Motivator, Penulis Buku Motivasi The New You dan GITA (God Is The Answer), Pembicara Publik

Ini 3 Nostalgia Ramadan yang (Harus) Bisa Terulang

Diperbarui: 19 April 2021   22:44

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sahur bersama adalah satu dari beberapa nostalgia Ramadan yang (harus) bisa terulang (bola.com)

Jika Anda ditanya, apa yang membuat Anda menjadi sangat merindukan masa-masa kecil di bulan Ramadan? Tentu jawabnya beragam. Ada yang rindu main petasan, karena anehnya petasan banyak di jual di Ramadan. Ada yang rindu lari-larian di Masjid dengan bebas tanpa halangan. Ada yang rindu diajak jalan-jalan menjelang berbuka bareng orang tua dan lain sebagainya.

Itu hanyalah sebagian kecil dari banyaknya nostalgia ramadan masa kecil yang mungkin pernah kita rasakan. Tapi jika ditanya, apa nostalgia Ramadan yang sangat membahagiakan dan seharusnya juga dapat diulang di generasi selanjutnya? maka ada 3 hal yang bisa kita rindukan, tapi (Insya Allah) juga bisa dilakukan lagi di generasi yang berbeda.

Baiklah, Markililede (mari kita lihat lebih dekat).

1. Berangkat Tarawih Bersama

Berangkat tarawih bersama adalah pemandangan langka di lingkungan rumah orang tua saya dulu. Ada yang ayahnya tarawih, ibunya tidak, anaknya kelayapan. Ada yang ibunya tarawih, ayahnya tidak dan anaknya tidak. Ada yang ayah ibunya tarawih, anaknya tidak. Mungkin ada juga yang berangkat tarawih bersama sekeluarga tapi luput dari pengamatan kami.

Tapi minimal, ayah dan ibuku bisa membawa kami sekeluarga (seluruh anaknya tanpa terkecuali) untuk berangkat tarawih bersama. Ini adalah momen nostalgia ramadan yang sangat saya rindukan.

Jarak rumah ke masjid kira-kira 500 meter dan kami memutuskan selalu berjalan kaki bersama. Di sela perjalanan, kami saling bercanda, tertawa dan seterusnya. Singkatnya, dalam perjalanan tarawih bersama di masjid hingga pulang tarawih adalah momen yang sulit untuk tidak dikenang dalam hidup kami sekeluarga.

Sekarang, kami semuanya sudah tinggal cukup berjauhan secara fisik meski tetap dekat secara mental. Bahkan hampir semua kami tinggal di kota yang berbeda dengan kota asal orang tua kami dengan berbagai macam alasan yang ada. Yang bisa saya upayakan tentu saja adalah menurunkan suasana ini kepada anak dan keluarga saya, generasi orang tua saya selanjutnya.

2. Sahur Bersama

Sahur bersama adalah momen yang akan selamanya saya rindukan bersama keluarga. Bagaimana tidak, kakak tidur di atas (di lantai 2), saya di bawah, tapi orang tua kami tetap mampu mengkondisikan kami semua untuk ikut sahur bersama tepat pada waktunya.

Khusus di masa kecil, orang tua saya selalu punya cara untuk membangunkan kami sahur. Mulai dari menggoda dengan menu-menu istimewa di waktu sahur, menyiapkan makanan paporit kami, hingga memberikan "insentif" untuk yang sahur penuh adalah beberapa trik yang dilakukan orang tua kami.

Hari ini, kami (anak orang tua saya) juga melakukan sahur bersama dengan tip yang dulu dilakukan orang tua kami. Hasilnya sejauh ini cukup baik, anak-anak kami juga cukup semangat dalam menjalani sahur bersama.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline