Lihat ke Halaman Asli

Taslim Buldani

Pustakawan di Hiswara Bunjamin Tandjung

Orang Kreatif Harus Bijak Memilih Stimulan

Diperbarui: 4 Januari 2018   18:40

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kayu Putih Aroma andalan Prilly Latuconsina (foto: Youtube)

Seumur hidup, baru pertama kali saya merasakan menjadi bagian dari sebuah produksi acara televisi. Waktu itu almuni Fikom Unpad angkatan saya mendapat undangan untuk mejadi peserta acara kuis Berpacu Dalam Meleodi Februari 2017 lalu. Saya dan beberapa teman seangkatan sepakat untuk ikut sekaligus reuni kecil-kecilan. 

Saat Pengambilan Gambar Kuis Berpacu Dalam Melodi (Foto: dokpri)

Untuk pertama kalinya pula Saya merasakan atmosfer kerja industri kreatif. Banyak orang yang terlibat untuk memproduksi sebuah acara yang berdurasi kurang dari 1 jam. Mulai dari tukang pel lantai, talent, bintang tamu, penyanyi, pemain band, pembawa acara, produser, asisten produser, kameramen, peserta, penata lampu, dll. Hampir semuanya bekerja pada saat yang sama secara bersamaan. 

Industri kreatif adalah industri yang menuntut kesempuraan. Kesalahan sekecil apapun dalam proses produksi sebisa mungkin dihindari. Semua yang terlibat harus tahu dan mengikuti aturan main yang diminta produser. Menyimpan tas sembaranganpun ditegur. Oleh karenanya pengamabilan gambar pun terkadang dilakukan berulang untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Tak ayal, untuk durasi acara kurang dari 1 jam, pengambilan gambar selesai hampir tengah malam. Padahal kita saudah hadir di lokasi sejak 4-5 jam sebelumnya.

Kerja sampai larut malam atau kerja lembur sepertinya sudah menjadi keseharian dalam industri kreatif. Tidak hanya pada produksi acara televisi saja. Dunia advertising, acara konser musik, produksi film, pertunjukan teater juga sama.

Beberapa postingan Instagram Prilly Latuconsina (Foto: Instagram)

Prilly Latuconsina adalah salah satu contoh pelaku industri kreatif. Dia mewakili generasi muda masa kini dengan segudang aktivitas dalam industri kreatif. Bermain film, sinteron, membintangi iklan, menjadi bintang tamu di acara TV adalah kesehariannya. Mengetahui bagaimana keseharian brand ambasador dari Kayu Putih Aroma ini bisa kita intip dari akun resmi Instagramnya. 

Jika tidak disiasati dengan manajemen waktu yang baik, ritme kerja industri kreatif yang tidak teratur akan berdampak buruk bagi kesehatan. Selain berdampak pada daya tahan tubuh yang menurun, kebiasaan mengkonsumsi stimulan guna menjaga konsentrasi dan stamina tubuh juga berpotensi menimbulkan kecanduan stimulan.

Gambar (kopidewa.com)

Untuk mengatasi kerja lembur, orang cenderung bergantung pada stimulan seperti kafein dan nikotin. Istilah "Gak ngopi, gak ngeroko, gak bisa mikir" seolah menjadi pedoman. Meski pada takaran yang dianjurkan kafein dan nikotin memang bermanfaat sebagai stimulan, tapi sifatnya yang adiktif membuat pengkonsumsinya bisa kecanduan. 

Jika terpaksa harus sering kerja lembur, ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan supaya badan tetap fit. 

Power Nap

Penyiar radio Ronal Surapradja dalam satu kesempatan siaran pagi pernah mengungkapkan bahwa salah satu yang dia lakukan agar tubuhnya tetap fit adalah melakukan power nap atau tidur singkat berkualitas. Mengabaikan rasa kantuk justru akan membuat kerja menjadi tidak fokus. Power nap yang dilakukan selama 20 sampai 30 menit selama 6 jam sekali adalah cara terbaik untuk menjaga kesegaran tubuh. 

Suplemen Vitamin 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline