Lihat ke Halaman Asli

SYAIFUL BAHRI

Dosen Jurusan Kimia FMIPA Unila

Lingkungan dan Green Chemistry

Diperbarui: 26 September 2022   13:04

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok Pribadi

Ini bukan inovasi biasa, Tim Dosen Universitas Lampung Mengubah Puntung Rokok Menjadi Pestisida Organik yang bermanfaat

Satu lagi tim dosen penelitian dan pengabdian  Univesitas Lampung telah melakukan inovasi yang tidak biasa, yakni mengolah puntung rokok menjadi biopestisida atau pestisida organik.   

Produk yang diberi sebutan biopestisida ini terbuat dari puntung rokok. Tim dosen yang diketuai oleh Aspita laila dan ketiga reaknnya yakni Syaiful Bahri, Yuli Ambarwati dan Teguh Endaryanto berhasil melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Pekon Sumberrejo Kecamatan Sumberrejo,  Kabupaten Tanggamus.

Daerah ini dipilih karena mayoritas penduduk Sumberrejo mempunyai mata pencaharian sebagai petani khususnya petani sayur mayur atau disebut hortikultura. 

Permasalahan hama yang sering menyerang tanaman hortikultura selalu terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini. Sehingga tim dosen pengabdian masyarakat dari Jurusan Kimia, dan Pertanian Universitas Lampung mengambil tema pengabdian berjudul Edukasi Pengolahan Puntung Rokok Menjadi Biopestisida di Pekon Sumberrejo Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Tanggamus.   

Pelatihan yang dilakukan pada kegiatan pengabdian berkaitan tentang pengelolaan puntung rokok dimulai dari penyuluhan tentang pemilahan sampah organik dan anorganik, dilanjutkan dengan materi tentang konsep 3R untuk mengunggah kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah secara mandiri melalui teknik pemilahan sampah organic dan non organic, selanjutnya sampah organic khususnya puntung rokok dioleh menjadi psestisida organik.  

Pengolahan dilakukan dengan dua cara, yakni metode ekstraksi menggunakan air panas, semua puntung rokok direndam dalam air panas hingga berwarna kecoklatan yang menendakan senyawa aktif telah keluar dari dalam batang puntung rokok, proses inimemerlukan waktu sekitar 2 jam dari awal perendaman hingga diperoleh ekstrak.  

Hasil ekstraksi selanjutnya disaring dan dimasukkan ke dalam botol, setelah dingin maka larutan ini siap digunakan sebagai pestisida organik pada tanaman sayuran.  

Metode ke dua yakni ekstraksi menggunakan air biasa dalam arti air suhu ruang hingga diperoleh ekstrak berwarna kecoklatan, pada cara ini dibutuhkan waktu sekitar 5-7 hari.  Setelah proses ekstraksi selesai maka larutan disaring dan dimasukkan ke dalam botol.  Setelah itu laurtan yang disebut sebagai biopestisida dapat diaplikasikan di kapangan.   

Kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat, mengenai proses kerja pestisida organik yang dihasilkan dari puntung rokok. Diharapkan melalui kegiatan tersebut menimbulkan efek positif kepada penduduk Pekon Sumberrejo dan dapat meningkatkan motivasi kewirausahaan dan penghasilan mereka.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline