Lihat ke Halaman Asli

Syaiful Anwar

Dosen FEB Universitas Andalas Kampus Payakumbuh

Eid Mubarak 41: Harga Sewa di Musim Lebaran; Sekedar Mekanisme Pasar atau Ada Hak Konsumen?

Diperbarui: 18 April 2024   13:43

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Finansial. Sumber ilustrasi: PEXELS/Stevepb

Musim Lebaran, sebagai momen yang penuh makna dalam budaya dan tradisi, seringkali diwarnai dengan fenomena ekonomi yang menarik, yaitu peningkatan harga sewa penginapan dan kendaraan. Mari Kita akan melakukan tinjauan mendalam terhadap fenomena ini dari sudut pandang ekonomi, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta implikasi ekonomi yang timbul.

Permintaan yang Meningkat:

Salah satu faktor utama yang menyebabkan peningkatan harga sewa penginapan dan kendaraan selama musim Lebaran adalah lonjakan permintaan. Banyak orang yang merencanakan perjalanan pulang kampung atau liburan bersama keluarga, sehingga membutuhkan tempat tinggal sementara dan transportasi untuk melakukan perjalanan. Permintaan yang tinggi ini secara langsung memengaruhi harga sewa, yang cenderung naik untuk mencerminkan kenaikan permintaan tersebut.

Data dari Asosiasi Penginapan dan Pariwisata Indonesia (APPI) menunjukkan bahwa permintaan akan penginapan di destinasi wisata populer seperti pantai, pegunungan, dan kota-kota besar bisa meningkat hingga 70-80% dari periode biasa selama musim Lebaran. Hal ini menggambarkan tingginya minat masyarakat untuk berlibur atau berkumpul dengan keluarga selama periode ini.

Keterbatasan Penawaran:

Di sisi lain, penawaran penginapan dan kendaraan juga dapat menjadi faktor penentu harga selama musim Lebaran. Meskipun ada upaya untuk meningkatkan kapasitas penginapan dan transportasi selama periode ini, namun peningkatan yang signifikan dalam waktu yang singkat seringkali sulit diwujudkan. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan fasilitas dan infrastruktur, serta ketersediaan tenaga kerja yang terbatas.

Tingginya permintaan dari konsumen di luar daerah yang berlibur ke destinasi tertentu juga dapat menyebabkan penginapan di daerah tujuan wisata menjadi penuh lebih awal, meningkatkan tekanan pada penawaran dan mendorong kenaikan harga sewa. Selain itu, penawaran kendaraan sewaan juga dapat terbatas, terutama di daerah-daerah yang memiliki infrastruktur transportasi yang terbatas.

Elastisitas Harga:

Dalam menghadapi peningkatan harga sewa penginapan dan kendaraan selama musim Lebaran, konsep elastisitas harga menjadi penting untuk dipahami. Elastisitas harga menggambarkan seberapa sensitifnya permintaan atau penawaran suatu produk terhadap perubahan harga. Jika permintaan atau penawaran sangat responsif terhadap perubahan harga, maka elastisitas harga dikatakan tinggi. Sebaliknya, jika permintaan atau penawaran tidak banyak berubah meskipun terjadi perubahan harga, maka elastisitas harga dikatakan rendah.

Dalam konteks harga sewa penginapan dan kendaraan pada musim Lebaran, elastisitas harga dapat bervariasi tergantung pada konteks dan preferensi individu. Konsumen dengan anggaran yang fleksibel atau preferensi yang kuat terhadap kenyamanan mungkin akan lebih bersedia membayar harga yang lebih tinggi untuk mendapatkan akomodasi atau kendaraan yang mereka inginkan. Namun, bagi konsumen dengan anggaran terbatas, kenaikan harga sewa dapat menjadi kendala yang signifikan, dan mereka mungkin mencari alternatif lain yang lebih terjangkau.

Implikasi Ekonomi:

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline