Lihat ke Halaman Asli

Ingin Kutulis Biografi Untuknya

Diperbarui: 3 Januari 2021   12:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pak Tjip & Bu Rose (sumber: Sumber foto: facebook Bunda Roselina)

Siapa tak kenal pak Tjip dan bu Rose? Mungkin hanya Kompasianers newbie atau Kompasianers lama yang kurang gaul saja yang belum mengenal pasutri ini. 

Uniknya pak Tjip dan bu Rose ini keduanya adalah sama-sama penulis aktif di laman Kompasiana, bahkan pak Tjip baru saja mendapatkan promosi menjadi Maestro pertama di Kompasiana. 

Saya membayangkan, berapa tahun lagi saya sanggup menyusul pak Tjip menjadi Maestro? Kalau ada Kompasianers yang belum mengenal secara kopi darat dengan pasutri ini, seharusnya secara virtual sudah mengenal pasutri ini.

Saya pertama kali mengenal pasutri ini melalui tulisan keduanya yang sarat inspirasi. Banyak pengalaman hidup yang ditulisnya yang sanggup menginspirasi pembacanya. Selain itu bila saya mengunggah tulisan pada malam hari, biasanya pagi harinya pasti mendapat sapaan pada kolom Komentar dari pasutri ini. Rupanya pak Tjip dan bu Rose secara kontinyu melakukan "blog walking" pada pagi hari.

Secara kopi darat saya mengenal pasutri ini pada event Kompasianival yang diselenggarakan di TMII tahun 2014. Meskipun dikelilingi banyak Kompasianers senior yang sudah lebih dulu mengenalnya, pasutri ini ternyata masih ramah dan menyapa saya yang baru pertama kali bertemu dengannya. Maklum bisa kopi darat dengan pasutri ini hanya setahun sekali karena pasutri asal Padang ini sekarang berdomisili di Australia.

Saya yang waktu itu baru datang dan sedang mengisi daffar hadir sangat kagum pada kerendah hatian pasutri ini yang langsung mengajak saya berfoto bersama dengan Kompasianers lainnya.

Setelah mengenal langsung pasutri ini, saya makin sering membaca tulisan-tulisan keduanya yang sangat inspiratif. Dan akhirnya saya baru tahu bahwa ternyata pak Tjip yang sederhana ini adalah Master Reiki di Indonesia.

Melihat banyaknya teladan kehidupan yang dicontohkan pasutri ini melalui tulisan-tulisannya terbersit keinginan untuk menuliskan biografi keduanya, hanya saya belum sempat mengemukakan pada pak Tjip dan bu Rose apakah keduanya bersedia. Mengingat keduanya juga penulis, mungkin keduanya lebih senang menuliskan auto biografi sendiri.

Pasutri yang menikah pada usia muda ini, kini telah melewati masa kawin perak (25 tahun) dan kawin emas (50 tahun). Bahkan kemarin, tepatnya 2 Januari 2021 baru saja memperingati ulang tahun pernikahannya yang ke 56 bersama anak-anak dan cucu-cucunya. Happy wedding anniversary pak Tjip dan bu Rose. Semoga berkenan ditulis biografinya untuk kado ulang tahun pernikahan yang ke 57 tahun 2022.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline