Lihat ke Halaman Asli

Susanto

Seorang pendidik, ayah empat orang anak.

Senja Menjadi Pilihan Para Penulis

Diperbarui: 5 Oktober 2022   01:22

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

sunset-desert-with-muslim-mosque-foreground. Image by nikitabuida on freepik.com

Seorang teman menulis, usia senja sangat ditakuti, puisi senja sangat digemari. Oleh karena itu, teman saya itu kembali menulis puisi tentang senja. Tidak hanya itu, buku antologi yang ia tulis pun bertajuk Pelangi Senja

Seorang teman lainnya berujar," Iya Pak De ... Saya suka dengan senja, anak keponakan saya juga tak beri nama senja, Pak De. Senja itu tenang dan nyaman, Pak."

O, begitu. Gumam saya keluar dari bibir sambil mengangguk-angguk di tengah malam menjelang pergantian hari. Saya baru menyelisik dari dua orang yang saya abadikan dalam puisi "Senja Hampir Berganti".

Pantas saja banyak puisi beliau, khususnya Ibu Theresia Martini, menggunakan kata "senja" maupun bertema dan bernuansa senja hari. Dalam catatan, duh sempat-sempatnya mencatat, dalam kurun waktu 4 September hingga 4 Oktober 2022 Bu There menulis tidak kurang dari 12 karya puisi yang memuat kata senja. Kata senja itu sebagai judul maupun menjadi bagian dari larik-larik puisinya. 

Senja itu, tenang dan nyaman.

Izinkan saya mengutip "senja" dalam puisi bu There tersebut

Bagi Bu There, senja itu tenang dan nyaman. Bagi saya, ketika kecil, senja itu waktu menjelang maghrib. Waktunya sang surya beristirahat. Benar ada semburat jingga di ufuk barat. Langit pun menjadi indah. Namun, saat kanak-kanak, itu adalah waktu yang menakutkan.

"Pulang! Hari sudah maghrib. Awas kau digondol wewe!" 

Kalimat perintah diikuti kalimat bernada menakut-nakuti sering saya dengar dari almarhum nenek saya. Semoga Allah menempatkannya di tempat layak di sisi-Nya. Tentu saja membuat nyaliku ciut. Jantung berdebar. Rasa takut pun menyebar. 

Makin beranjak dewasa, rasa takut memudar. Berganti dengan rasa kagum memuji. Meskipun, jarang sekali menikmati senja seperti tergambar pada kata-kata mutiara, puisi yang mendayu merayu, dan ratusan kalimat penikmat senja lainnya. Akan tetapi, lukisan langit pada senja hari sungguh sangat indah. Semburat cahaya surya yang menuju peraduan, jika difoto menghasilkan karya seni rupa nan sangat indah.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline