Lihat ke Halaman Asli

SUHELI

POSTGRADUATE STUDENTS MASTER OF MANAGEMENT UNIVERSITY BINA BANGSA SERANG CITY

Manajemen Talenta

Diperbarui: 6 Desember 2021   14:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

MANAJEMEN TALENTA

Apa itu Manajemen Talenta/ bakat ?

Anda akan sering mendengar istilah manajemen bakat jika Anda bekerja di sebuah agensi atau perusahaan. Kata ini biasanya diterapkan pada perusahaan dengan jumlah karyawan yang banyak dan struktur manajemen yang terstruktur dengan baik. Namun, apakah Anda juga memahami esensi dari manajemen talenta dan tujuan perusahaan?

Talent Management didefinisikan sebagai manajemen orang.

Kinerja karyawan dievaluasi menggunakan sistem manajemen talenta. Terutama pada perusahaan dengan jumlah karyawan (SDM) yang banyak. Lebih khusus lagi, bakat dan bisnis saling terkait karena metode ini membantu dalam mengidentifikasi individu, membuatnya lebih mudah untuk menugaskan karyawan ke bidang tertentu.

Ini tidak hanya digunakan untuk menentukan sejauh mana kinerja setiap karyawan telah berkembang; manajemen bakat juga digunakan dalam manajemen bakat dan pengembangan diri karyawan.

Pentingnya manajemen talenta dalam mencapai tujuan perusahaan tidak lagi diperdebatkan. Karena akan membantu dunia usaha dalam membantu karyawan dalam menjalankan tugasnya dengan lebih efektif. Pekerja, di sisi lain, memiliki kesempatan untuk tumbuh dan menyempurnakan keterampilan mereka, menghasilkan dampak yang menguntungkan pada pertumbuhan organisasi yang lebih baik.

Tujuan Manajemen Bakat

Ada dua parameter penting manajemen talenta yang harus dipahami, serta tugas orang-orang yang mengoperasikan sistem ini. Tujuan dari manajemen talenta, seperti yang akan dibahas kemudian, adalah untuk mengoptimalkan talenta dari proses rekrutmen hingga organisasi memperoleh kandidat yang memenuhi syarat.

Dalam praktiknya, metode penilaian ini digunakan tidak hanya untuk mengevaluasi karyawan saat ini, tetapi juga untuk mengevaluasi calon karyawan yang dipekerjakan. HRD dapat memanfaatkan pendekatan ini untuk menilai bakat dan kemampuan calon karyawan, kemudian menempatkan mereka pada domain yang tepat untuk memaksimalkan kinerja mereka.

Karyawan yang ditempatkan pada bidang yang mereka sukai dan keahlian yang mereka miliki akan lebih nyaman bekerja, lebih produktif, dan mampu menawarkan hasil pekerjaan yang lebih baik bagi organisasi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline