Lihat ke Halaman Asli

Sri Subekti Astadi

ibu rumah tangga, senang nulis, baca, dan fiksi

De Quervain Sindrom Membuatku Harus Istirahat Ber-Kompasiana

Diperbarui: 4 April 2017   18:13

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="http://4.bp.blogspot.com/-MTwMydFqsHM/USDnC155YbI/AAAAAAAAACk/xsFbGAeYzgA/s1600/de+quervain+syndr.jpg"][/caption]

 

Awalnya... beberapa bulan yang lalu, kira-kira 7 bulan yang lalu saya mendapat anugerah untuk merawat seorang cucu yang lahir mungil, yaitu 2,5 kg. Karena lagi demen-demennya momong cucu dan badannya juga gak begitu berat maka keseringan saya menggendong bayi tanpa selendang dan alat gendong lainnya. Pikirku... aah hanya 2,5 kg masih kuatlah tanganku yang satu memegang bayi dan yang lain memegang botol susu bayi. Hari dan minggu berjalan si cucu semakin menggemaskan, tak terasa berat badannya naik dratis bulan kedua sudah hampir 4 kg, dan bulan ke 3 sudah 5,5kg.

Tetapi karena sudah terbiasa dan tambah sayangku pada cucu kebiasaan menggendong bayi dengan bertumpu lengan atas masih saja aku lakukan, padahal berat bayi semakin bertambah. Belum lagi ditambah sambil membuka laptop dan berKompasiana, membaca tulisan teman-teman. Dan alhasil... rasa nyeri mulai hinggap di pergelangan tanganku, tapi... aku pikir aah hanya kecapekan saja...! Rehat sejenak dan melanjutkan aktivitas lagi... gendong cucu lagi... ber-Kompasiana lagi.... Lama-lama rasa perih nyeri bertambah menjadi-jadi mulai dari sekitar pangkal ibu jari sampai pergelangan tangan terasa bengkak tak tertahankan lagi.....!

[caption caption="sumber gambar :bp.blogspot.com"]

[/caption]

Karena ketidaktahuanku... datanglah aku ke tukang urut specialis urat... seorang nenek-nenek yang katanya pintar pijat saraf. Alah... Mak.... abis dipijat bukannya nyaman dan sembuh tapi sakitnya sungguh luar biasa plus lebam hitam di pergelangan tanganku. Sudah tidak aku ulangi lagi mendatangi tukang urut urat itu... kapok...!

Akhirnya aku datang ke dokter keluarga, sesuai yang tertera di BPJS ku.... diberinya aku obat antinyeri dan antiradang. Tapi nyeri dan radang tidak juga berkurang.... hingga aku harus datang lagi ke dokter keluarga yang kedua.... masih diberi obat antinyeri lagi dan hasilnya juga belum juga berkurang lagi.

Kedatanganku yang ke-3 ke dokter keluarga aku dites asam urat.... Waah ternyata hasilnya lumayan tinggi, yaitu 8. Naah... karena didiagnosa karena penyebab nyeri ini asam urat saja... maka aku diberi obat untuk asam uratnya dan juga diberi daftar pantangan makanan yang bisa menimbulkan asam uratku.

Dua minggu kemudian karena rasa nyeri terus berkepanjangan walaupun aku sudah berdiet untuk makanan penyebab asam urat, aku datang lagi ke dokter keluarga, dan dicek lagi kadar asam urat, ternyata sudah berkurang banyak yaitu menjadi 4.... tapi kenapa siih kok masih nyeri dan bengkak terus pergelangan tanganku.... 

Oleh dokter keluarga akhirnya aku diberi rujukan untuk mendatangi dokter saraf di sebuah Rumah Sakit di kotaku. Di Rumah Sakit ini aku ditangani oleh Dokter Noviandi Herlambang  seorang Neorologist yang sungguh ramah dan enak untuk konsultasi, apalagi setelah Dokter Noviandi tahu kalau saya seorang blogger, kadang-kadang dokter juga menanyakan aktivitas Kompasianaku.

Setelah melalui beberapa pemeriksaan pergelangan tangan dan pangkal ibu jariku dan beberapa pertanyaan sekitar kegiatanku sehari-hari.... hingga disimpulkan kalau saya kenan Sindrom De Quervain.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline