Lihat ke Halaman Asli

Sofiah Rohul

Freelancer

Katanya Atas Bawah Minyak, Nyatanya Nomor 1 Terburuk Jalan Rusak Se-Sumatera

Diperbarui: 30 April 2023   23:13

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Perbaikan jalan lintas Rengat, Teluk Sungkai, Indragiri Hulu, Riau, saat ramadan. Foto: Sofiah.

Siapa yang tak tau tentang Riau. Salah satu provinsi di tanah air yang berada di Pulau Sumatera dengan sumber daya alam (SDA) yang terkenal gas dan minyak bumi. Orang-orang menyebutnya atas bawah minyak.

Ya, itu tidak salah. Di atas ada minyak yang bersumber dari kelapa dan kelapa sawit. Di bawah juga ada minyak bumi yang dihasilkan bahkan perusahaan asing pun berinvestasi di Bumi Lancang Kuning.

Jika dibilang Riau menjadi salah satu provinsi kaya di Indonesia. Bagaimana tidak dari SDA minyak saja bisa memancing investor untuk investasi di Riau. Minyak mentah bisa diekspor.

Tak jarang, orang di luar Tanah Melayu, jika mendengar seseorang asalnya dari Riau pasti dicap "kaya". Padahal belum tentu. Itulah efek sawit yang menjadikan pembenaran dari pernyataan itu.

Patut saja Gubernur Riau Syamsuar menyebut, Riau menjadi provinsi  penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar di luar pulau Jawa.

"Riau menjadi penyumbang PDRB nomor 6 se-Indonesia. Kemudian, realisasi investasi Provinsi Riau terbesar ke-5 di Indonesia atau realisasi investasi terbesar di Pulau Sumatera," katanya yang dikutip di riauonline.co.id

Sebagai orang yang tinggal di Riau, saya tidak meragukan mengenai ekonomi. Namun, pemerataan jalan di Riau masih sangat kurang. Data BPS menyebut, bahwa Riau menjadi provinsi nomor 1 dengan prestasi jalan rusak berat se-Sumatera. Tentunya, ini memalukan. Bagaimana bisa provinsi yang dikenal atas bawah minyak namun jalan masih banyak yang rusak. Oh bumiku.

Perbaikan jalan di Kuala Cenaku, Indragiri Hulu, Riau, saat ramadan. Foto: Sofiah.

Parahnya lagi pernyataan dari Kadis PUPR-PKPP M Arief Setiawan kepada awak media. Disebutnya, itu data 2021 dan data terbaru akan dirilis satu atau dua bulan kemudian.

Jika dikaji dan secara logika, artinya memang jalan di Riau itu rusak parah. Mau dalih itu 2021 sekalipun, data itu benar bahwa jalan di Riau rusak parah. Sungguh dagelan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline